Iran Beber Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei

CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 05:30 WIB
Iran buka suara soal kondisi Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei yang memicu banyak pertanyaan lantaran belum pernah muncul ke publik sejak berkuasa.
Iran buka suara soal kondisi Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei yang memicu banyak pertanyaan lantaran belum pernah muncul ke publik sejak berkuasa. (Foto: AFP/ROUHOLLAH VAHDATI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran buka suara soal kondisi Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei yang memicu banyak pertanyaan lantaran belum pernah muncul ke publik sejak menggantikan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei. Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu.

Pada Senin (25/5), seorang pejabat Kementerian Kesehatan Iran mengakui bahwa Khamenei ikut terluka imbas serangan AS-Israel ke Teheran yang menewaskan sang ayah.

Namun, pejabat itu menuturkan luka yang dialami Khamenei akibat serangan AS-Israel pada akhir Februari lalu hanya bersifat "superfisial".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip AFP, ini merupakan pertama kalinya pejabat Iran menjabarkan kondisi Mojtaba Khamenei lebih detail lagi terutama terkait luka yang dialami sang Ayatollah baru Iran tersebut.

Meski begitu, pejabat itu tidak menjelaskan detail terkait "luka superfisial" yang dimaksud.

Luka superfisial biasanya merujuk pada cedera atau luka ringan yang terjadi hanya di permukaan kulit saja dan umumnya tidak menyebabkan pendarahan atau mengancam nyawa.

Pernyataan pejabat Iran ini semakin menambah banyak tanda tanya terkait keberadaan Mojtaba Khamenei.

Pemimpin berusia 56 tahun itu belum pernah tampil di hadapan publik sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 8 Maret. Sejauh ini, Mojtaba Khamenei hanya mengeluarkan pernyataan tertulis, sehingga memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya.

Pada Maret lalu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Mojtaba Khamenei "dipercaya masih hidup, terluka, dan mengalami disfigurasi."

Laporan intelijen AS bahkan sempat mengeklaim bahwa Mojtaba Khamenei dalam kondisi kritis imbas luka yang dideritanya. Hal ini memicu pertanyaan lanjutan terkait siapa yang memegang kendali tertinggi di Iran saat ini, terutama ketika Teheran masih berperang dengan AS.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]