Empat Kapal Tanker Lolos Lewat Selat Hormuz Menuju China-Pakistan

CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 10:26 WIB
(FILES) A motorboat cruises along the shore off the town of Al Jeer on the Strait of Hormuz in the northern emirate of Ras Al Khaimah, with a tanker seen in the background, on February 25, 2026. The US president sent a peace plan to Iran as he voiced
Ilustrasi. Empat kapal tanker berhasil lewati Selat Hormuz di tengah negosiasi alot AS dan Iran. Foto: AFP/FADEL SENNA
Jakarta, CNN Indonesia --

Empat kapal tanker berhasil melintasi jalur perdagangan global yang ditutup Iran, Selat Hormuz, dalam beberapa hari terakhir.

Menurut data pelacakan kapal Kpler dan LSEG, tiga kapal tersebut mengangkut gas alam cair dan satu lagi kapal tanker super membawa minyak mentah Irak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih rinci, kapal tanker LNG berbendera Bahama, Fuwairit, melintasi Selat Hormuz pada Senin (25/5). Kapal diperkirakan akan membongkar muatan di Pakistan pada Selasa, demikian dikutip Reuters.

Selanjutnya kapal tanker LNG Al Rayyan yang terakhir terlihat di Teluk pada 22 Mei, dan sekarang berada di luar selat antara Iran dan Oman. Menurut data, kapal ini diperkirakan akan membongkar muatan di China pada 27 Juni.

Pemilik Al Rayyan, QatarEnergy, tak segera memberi tanggapan soal kapal tersebut.

Selanjutnya, kapal tanker yang dikelola Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), Al Hamra, juga berhasil melintasi Selat Hormuz. Kapal ini terakhir terlihat pada 19 April di sebelah timur selat.

Al Hamra kemudian muncul kembali dalam data pelacakan kapal pada 23 Mei di lepas pantai India.

Selain itu, ada pula kapal tanker super, VLCC Eagle Verona, yang keluar selat pada Sabtu. Kapal ini diperkirakan mencapai pelabuhan Ningbo, China pada 12 Juni.

Pekan lalu, tiga kapal tanker super juga berhasil melintasi Selat Hormuz, kini kapal-kapal itu menuju Korea Selatan dan China.

Selat Hormuz menjadi perhatian dunia usai Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada 28 Februari.

Iran membalas serangan dengan menargetkan Israel dan aset militer AS di negara Teluk. Teheran juga menutup Selat Hormuz sebagai balasan dan upaya menekan AS-Israel.

Namun, kondisi di Selat Hormuz kian mengkhawatirkan usai AS ikut memblokade kapal-kapal terafiliasi Teheran yang menuju atau dari pelabuhan Iran.

(isa/dna) Add as a preferred
source on Google