AS-Israel Serang Kapal Iran Dekat Selat Hormuz, Ada Korban Tewas

CNN Indonesia
Rabu, 27 Mei 2026 05:45 WIB
Kapal Iran di Selat Hormuz
Pesawat AS dan Israel kompak menggempur kapal-kapal Iran di selatan Pulau Larak dekat Selat Hormuz, Selasa (26/5). (Foto: AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesawat Amerika Serikat dan Israel kompak menggempur kapal-kapal Iran di selatan Pulau Larak dekat Selat Hormuz, Selasa (26/5). Imbas kejadian ini sejumlah warga negara Iran dilaporkan tewas.

Kantor berita semi pemerintah, Fars, melaporkan "beberapa warga Iran" tewas akibat serangan AS dan Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa laporan menyebut jumlah korban tewas dalam insiden ini sebanyak empat orang, demikian dikutip Anadolu Agency.

Dalam beberapa hari terakhir, AS dan sekutu dekatnya Israel tampak agresif menyerang Iran di tengah upaya negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen.

Pada Senin, beberapa jam usai delegasi Iran tiba di Qatar untuk membahas negosiasi, pasukan AS menggempur lokasi peluncuran rudal di dekat Bandar Abbas Iran dan kapal-kapal yang hendak memasang ranjau.

Dalam rilis resmi, Komando Pusat AS menyatakan serangan di Iran sebagai tindakan defensif.

"Untuk melindungi pasukan dari ancaman yang ditimbulkan pasukan Iran," demikian pernyataan militer AS, dikutip New York Times.

Salah satu pejabat senior AS mengatakan rudal Iran mengancam hampir dua lusin kapal perang Angkatan Laut, termasuk dua kapal induk dan pengawalnya di Teluk Oman dan Laut Arab.

AS dan Iran saling gempur usai Washington dan Tel Aviv lebih dulu menyerang negara Timur Tengah itu pada 28 Februari. Operasi kedua negara ini, menyebabkan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat top pertahanan lain tewas.

Di hari yang sama, Iran meluncurkan balasan ke Israel dan aset militer AS di negara-negara Teluk. Mereka juga menutup Selat Hormuz untuk menekan kedua musuhnya.

Saat ini, AS dan Iran sedang mengupayakan negosiasi damai. Namun, kedua pihak tak kunjung menyepakati usulan yang diajukan.

AS berambisi menghancurkan nuklir Iran atau memindahkan uranium yang sudah diperkaya. Namun, Iran menolak. Bagi mereka, pengayaan uranium dan program nuklirnya adalah harga mati.

(isa/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]