Turis AS Nekat 'Ditunggangi' Harimau Demi Foto Bagus

CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 18:21 WIB
Seorang turis asal Amerika Serikat menjadi sorotan publik setelah membagikan momen dirinya nekat dinaiki seekor harimau.
Iliustrasi. (iStockphoto/77path)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang turis asal Amerika Serikat menjadi sorotan publik setelah membagikan momen dirinya nekat dinaiki seekor harimau.

Media Prancis Le Tribunal du Net (TDN) mengabarkan peristiwa itu terjadi di Thailand, di sebuah daerah wisata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video yang dibagikan, pria AS berkulit hitam tersebut terlihat ingin mengabadikan momen ketika dia berpose bersama seekor harimau.

Terlihat harimau merangsek naik ke atas pundaknya saat ia duduk bersila. Para pelatih tampak berada di sekitar, sibuk memegang botol untuk memberi harimau sesuatu seperti susu saat hewan buas itu mulai mendekatkan kepalanya ke turis tersebut.

Video ini dengan cepat menuai kemarahan publik dan membuka mata dunia terhadap praktik-praktik taman margasatwa Thailand.

Banner Microsite Haji 2026

Di Thailand, realitas tempat wisata jauh dari citra yang dijual kepada pengunjung. Pendiri Wildlife Friends Foundation Thailand, Edwin Wiek, mengatakan para hewan dieksploitasi demi mendapatkan uang dari wisatawan.

Menurut catatan, hanya sekitar 200 harimau yang hidup di alam bebas. Lebih dari 2.000 harimau lainnya hidup di penangkaran.

Laporan World Animal Protection menyebut harimau-harimau ini dilatih dan dihukum untuk melakukan tindakan sangat menegangkan. Mereka dikurung di dalam kandang kecil atau dirantai, hingga beberapa harimau mengidap masalah perilaku.

Pemerintah Thailand tak bisa bertindak tegas terhadap eksploitasi hewan mengingat sektor pariwisata menyumbang hampir 20 persen terhadap produk domestik bruto Negeri Gajah Putih.

Pada 2016, otoritas Thailand menutup Wat Pha Luang Ta Bua atau Kuil Harimau karena dicurigai membius hewan-hewan tersebut agar wisatawan dapat mengambil foto selfie dengan aman.

Selama penggerebekan, petugas menemukan 40 bangkai anak harimau serta sejumlah hewan lainnya di lemari es. Sebanyak 147 harimau pun dipindahkan dari sana.

Meski Wat Pha Luang Ta Bua ditutup, banyak lembaga serupa yang masih beroperasi.

World Animal Protection Society menekankan ini bukanlah upaya konservasi, melainkan kegiatan komersial yang menyiksa hewan.

(blq/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]