Trump Belum Puas dengan Tawaran Iran soal Kesepakatan Damai

CNN Indonesia
Kamis, 28 Mei 2026 09:45 WIB
Trump mengaku belum puas dengan tawaran Iran untuk mencapai kesepakatan damai terkait perang di Timur Tengah. (AFP/Kent Nishimura)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan belum puas dengan tawaran Iran untuk mencapai kesepakatan damai di tengah negosiasi yang masih berlangsung terkait perang di Timur Tengah.

Berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Rabu (27/5) waktu setempat, Trump mengaku tidak terburu-buru untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang di Timur Tengah.

Padahal, pada akhir pekan lalu ia sempat mengatakan kesepakatan damai sudah dekat.

"Iran sangat berniat, mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Sejauh ini mereka belum mencapainya. Kami belum puas dengan hal itu, tetapi kami akan puas," kata Trump dikutip dari AFP pada Kamis (28/5).

Ia mengatakan Amerika Serikat masih memiliki opsi lain jika negosiasi tidak membuahkan hasil.

"Pilihan lainnya adalah kami harus menyelesaikan pekerjaan ini," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Pernyataan itu merujuk pada ancaman melanjutkan operasi militer yang sebelumnya diluncurkan Amerika Serikat bersama Israel pada 28 Februari dan sempat dihentikan sementara pada April lalu.

Trump menyebut Iran sedang bernegosiasi dalam posisi tertekan.

Televisi negara Iran sebelumnya melaporkan garis besar rancangan memorandum kesepahaman atau MoU dengan Washington mencakup pencabutan blokade angkatan laut terhadap Iran, pemulihan lalu lintas di Selat Hormuz, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan Teluk.

Namun, Gedung Putih membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai "kebohongan total."

Trump menegaskan bahwa ia tidak terburu-buru untuk mencapai kesepakatan, meskipun perang ini telah menyebabkan biaya hidup melonjak bagi warga AS menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada November mendatang.

Trump mencatatkan rekor approval rating terendah dengan waktu kurang dari enam bulan menuju pemungutan suara yang akan menentukan apakah partainya dapat mempertahankan kendali atas Kongres atau tidak

"Mereka pikir mereka bisa menunggu sampai masa jabatan saya habis, Anda tahu, 'kita tunggu saja dia, dia punya pemilihan paruh waktu,'" kata Trump, merujuk pada Iran.

Trump menegaskan dirinya tidak memikirkan dampaknya terhadap pemilu paruh waktu di AS pada November mendatang.

"Saya tidak peduli dengan pemilihan paruh waktu," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pembicaraan dengan Iran menunjukkan sejumlah perkembangan.

"Kita akan melihat dalam beberapa jam dan hari ke depan apakah kemajuan dapat dicapai," kata Rubio.

Trump juga menegaskan tidak akan membiarkan pihak lain menguasai Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan minyak dunia.

Ia menolak laporan bahwa Iran bersama negara Teluk seperti Oman dapat mengendalikan sistem tarif tol untuk jalur air tersebut.

"Oman akan bersikap sama seperti yang lain atau kami harus menghancurkan mereka," kata Trump.

Selain itu, Trump mengisyaratkan kesepakatan dengan Iran bisa berkaitan dengan upayanya mendorong Arab Saudi dan negara-negara mayoritas Muslim lain menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Kesepakatan Abraham.

"Saya tidak yakin kami harus membuat kesepakatan jika mereka tidak menandatanganinya," kata Trump.

Trump berulang kali menyebut tujuan utama kebijakan AS terhadap Iran adalah mencegah Teheran memiliki senjata nuklir.

Meski begitu, ia membuka kemungkinan menerima kesepakatan sementara yang menunda pembahasan soal stok uranium Iran untuk dibicarakan lebih lanjut.

"Ya, saya bersedia untuk beberapa bagian darinya, karena ini adalah memorandum kesepahaman demi kecepatan," ujar Trump.

Namun, ia menegaskan tidak nyaman jika pengelolaan uranium Iran nantinya berada di tangan Rusia atau China.

(dhz/chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK