Iran Izinkan 24 Kapal Lewati Selat Hormuz, 300 Lagi Daftar ke IRGC
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan telah mengizinkan 24 kapal kargo dan tanker keluar melewati Selat Hormuz sejak Senin (1/6).
Kantor berita Iran WANA melaporkan kapal-kapal itu diperbolehkan lewat Selat Hormuz setelah mendapatkan izin dan di bawah koordinasi serta ketentuan keamanan Angkatan Laut IRGC.
Sementara itu, New York Post melaporkan bahwa sedikitnya 300 kapal mendaftar ke IRGC dan Otoritas Selat Teluk Persia (The Persian Gulf Strait Authority/PGSA) agar mendapatkan izin melewati Selat Hormuz.
PGSA mengatakan kepada media dari AS itu, mayoritas kapal yang mengajukan permohonan adalah kapal tanker minyak. Setidaknya 77 persen dari pemohon ingin keluar dari Teluk Persia untuk mencapai Asia, khususnya China dan India, dua pembeli bahan bakar terbesar di Timur Tengah.
PGSA, yang kini berada di bawah sanksi AS, mencatat bahwa izin tersebut tidak akan diberikan kepada "negara-negara musuh." Istilah itu digunakan untuk menggambarkan Amerika dan Israel, beserta sekutu mereka.
"Sesuai dengan kebijakan yang dinyatakan oleh Republik Islam Iran, PGSA tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan izin bagi kapal-kapal dari negara-negara musuh untuk melewati jalur tersebut, dan dalam kondisi pembatasan yang timbul akibat perang, PGSA memprioritaskan jalur bagi kapal-kapal yang terkait dengan pemerintah yang bersekutu (dengan Iran)," demikian pernyataan otoritas itu.
PGSA tidak menyebutkan berapa biaya yang akan dikenakan kepada setiap kapal untuk melewati Selat Hormuz. Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa kapal tanker minyak dapat membayar hingga US$2 juta kepada Pemerintah Iran.
Di lain pihak, AS menginstruksikan kapal-kapal untuk tidak membayar dengan biaya selangit yang dikenakan Iran, setelah Menteri Keuangan Scott Bessent memberikan sanksi kepada PGSA pekan lalu.
"Upaya terbaru militer Iran untuk memeras perdagangan maritim global adalah bukti bahwa Kemarahan Ekonomi telah membuat rezim tersebut putus asa akan uang tunai," kata Bessent, menambahkan bahwa siapa pun yang memberikan uang kepada IRGC akan menghadapi sanksi dari AS.
Meski demikian, banyak kapal-kapal yang ingin keluar melewati Selat Hormuz memilih mendaftar ke IRGC dan PGSA agar bisa lewat meski diingatkan AS bakal kena sanksi.
Angkatan Laut IRGC lebih lanjut menyatakan bahwa kontrol cerdas atas Selat Hormuz sedang dilaksanakan dengan wewenang penuh. Mereka menegaskan bahwa aktor asing yang jahat tidak akan memiliki tempat di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC mengumumkan bahwa 28 kapal berhasil melintasi Selat Hormuz yang strategis pada 31 Mei 2026, setelah memperoleh otorisasi dan koordinasi yang diperlukan.
Angkatan Laut IRGC Iran juga mengumumkan bahwa 20 kapal diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz yang strategis pada 30 Mei 2026, setelah berkoordinasi dengan pasukan IRGC dan otoritas maritim Iran yang terkait.
(bac)