Mojtaba Tuduh Musuh Sengaja Bikin Perpecahan Warga Iran
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menuduh "musuh" kini sedang berusaha menciptakan perpecahan di antara warga Iran, setelah mengalami "pukulan telak" selama perang Timur Tengah.
Dalam sebuah pesan tertulis, Mojtaba menyebut musuh yang jahat berupaya menanam benih keraguan, keputusasaan, ketakutan, ketidakpercayaan, dan perpecahan di kalangan publik.
Dia pun menyerukan persatuan nasional dalam menghadapi ancaman tersebut. Mojtaba juga menegaskan setiap tindakan yang menciptakan pesimisme, sama dengan membantu musuh.
"Dalam menghadapi niat jahat ini, setiap orang harus, melalui keteguhan, wawasan, menjaga persatuan dan kekompakan, menetralisir rencana jahat mereka," kata Mojtaba dalam pesan itu, seperti dikutip AFP.
Pesan terbaru Mojtaba dibacakan atas namanya, dalam upacara peringatan hari wafatnya pendiri Republik Islam Ruhollah Komeini, serta hari raya besar Syiah.
Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Mojtaba Khamenei ikut terlibat dalam negosiasi damai AS dan Iran. Menurut Trump, hubungannya dengan Mojtaba "tampaknya" juga rukun.
"Dia terlibat, tentu saja. Saya kira mereka (Iran) sangat menghormatinya," kata Trump saat wawancara dengan Pod Force One, Rabu (3/6).
Trump berkata demikian saat ditanya mengenai Mojtaba Khamenei dan proses negosiasi AS-Iran yang belum kunjung mufakat sejak gencatan senjata pada 8 April.
Trump menuturkan mungkin saja dirinya akan bertemu Mojtaba "suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan".
Menurut Trump, perundingan damai dengan Iran sejauh ini "berkembang pesat" ke arah yang baik. Ia optimistis kesepakatan akan segera tercapai dengan Iran.
(dna)