DPR Batasi Kewenangan Presiden AS Perangi Iran hingga Trump Kesal
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat mengesahkan resolusi yang membatasi kewenangan penuh Presiden AS Donald Trump dalam memerangi Iran.
Dalam resolusi tersebut, Trump diminta harus melalui persetujuan Kongres AS terkait langkahnya dalam memerangi Teheran.
Trump kemudian kesal dengan manuver yang dilakukan DPR AS tersebut.
Berikut berita-berita global dalam 24 jam terakhir yang terangkum dalam Kilas Internasional pagi ini:
Sah! DPR AS Batasi Kewenangan Trump dalam Perang Lawan Iran
DPR Amerika Serikat secara resmi membuat resolusi yang membatasi kewenangan Presiden Donald Trump dalam perang melawan Iran.
DPR AS sebelumnya menggelar voting atau pemungutan suara terkait resolusi tersebut pada Rabu (3/6).
Resolusi DPR AS itu disebut sebagai teguran keras terhadap Trump yang menyeret Washington dalam keterpurukan karena perang melawan Iran. Dengan demikian, Trump dipaksa harus mengajukan dan mendapat persetujuan dari Kongres terkait kebijakannya dalam perang melawan Iran.
Netanyahu Buka Suara usai Dimaki-maki Trump & Dicap Gila
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu buka suara usai dibentak Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan dicap gila.
Netanyahu mencoba tidak membesar-besarkan pemberitaan tentang dirinya adu argumen hingga dimaki-maki Trump.
Dua kepala negara itu sebelumnya dikabarkan terlibat cekcok melalui panggilan telepon, beberapa waktu lalu. Trump dibuat hilang kesabaran saat itu karena Netanyahu ogah menghentikan serangan ke Lebanon, malah mau meningkatkan operasi militer Israel.
Trump Ngamuk DPR AS Batasi Kewenangannya soal Perang di Iran
Presiden Donald Trump marah dengan hasil pemungutan suara DPR Amerika Serikat, yang telah resmi membuat resolusi untuk membatasi kewenangan Trump dalam perang di Iran.
Menurut Trump, pemungutan suara yang dilakukan DPR AS itu "tidak patriotik" dan mengganggu negosiasi damai dengan Iran.
"Pemungutan suara yang sebagian besar bersifat simbolis ini terjadi tepat di tengah negosiasi terakhir saya untuk mengakhiri perang dengan Republik Islam Iran," tulis Trump di Truth Social.
"Siapa yang akan melakukan hal yang tidak patriotik ini. Mereka tahu di mana posisi negosiasinya," imbuhnya, seperti dikutip AFP.
(tim/bac)