Satu Lagi Prajurit Pasukan PBB UNIFIL Tewas di Lebanon
Seorang prajurit pasukan penjaga perdamaian asal Serbia meninggal dunia akibat serangan mortir di Lebanon pada Kamis (4/6) pagi.
United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyatakan Sersan Milovan Jovanivić tewas saat sedang berjaga di posnya di dekat Marjayoun.
Dua personel UNIFIL lainnya juga terluka dalam serangan tersebut. Keduanya kini dirawat di fasilitas medis UNIFIL.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk keras pembunuhan ini. Ia menyampaikan belasungkawa terdalam kepada semua orang yang mengenal dan bekerja dengan mendiang.
"Semua serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian harus segera diselidiki, dan mereka yang bertanggung jawab harus dituntut secara efektif dan dimintai pertanggungjawaban," tegas Guterres, dikutip dari situs resmi PBB.
Pihak kepolisian menyatakan sedang menggelar penyelidikan "untuk memastikan keadaan pasti yang mengakibatkan insiden tragis ini."
Belum diketahui dari mana tembakan itu berasal. Namun, insiden ini terjadi saat militer Israel dan kelompok milisi Hizbullah intens terlibat baku tembak di Lebanon selatan.
UNIFIL menegaskan "serangan yang disengaja terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701, serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang."
Serangan ini terjadi beberapa jam sebelum Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata pada Rabu (3/6). Namun, kesepakatan ini ditentang para pemimpin sayap militer Hizbullah.
Guterres telah mendesak semua pihak menghormati perjanjian tersebut dan mematuhi hukum internasional. Ia khususnya meminta kepada Hizbullah untuk menghormati otoritas pemerintah Lebanon dan kendali eksklusifnya atas persenjataan.
Guterres juga menyerukan Israel untuk menarik diri sepenuhnya dari utara Garis Biru.
(blq/bac)