Iran Klaim Tembak Rudal ke 2 Kapal Perusak AS di Teluk Oman

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 21:30 WIB
This handout picture provided by the Iranian Defence Ministry on March 12, 2024 shows the Chinese People's Liberation Army Navy (PLAN) destroyer Urumqi (118) at sea during the
Iran mengeklaim menembakkan "rudal peringatan" ke arah dua kapal perusak AS di Teluk Oman yang memaksa kedua kapal tersebut meninggalkan wilayah itu. Ilustrasi. (Foto: AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Iran mengeklaim menembakkan "rudal peringatan" ke arah dua kapal perusak Amerika Serikat di Teluk Oman, yang memaksa kedua kapal tersebut meninggalkan wilayah itu.

Melalui kantor berita IRNA, militer Iran menyebut kedua kapal perusak itu meninggalkan Teluk Oman "setelah penembakan rudal peringatan" oleh pasukannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi tersebut disebut sebagai respons terhadap "pelanggaran maritim dan tindakan provokatif, serta pembajakan kapal dagang dan tanker minyak oleh pasukan angkatan laut teroris Amerika Serikat," kata pihak militer Iran.

Namun, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) dengan cepat membantah insiden tersebut terjadi.

"Pasukan Iran TIDAK menyerang atau menembaki kapal perang Angkatan Laut AS. Tindakan seperti itu akan menjadi pelanggaran serius terhadap gencatan senjata," kata CENTCOM seperti dikutip AFP.

CENTCOM menambahkan pasukannya "tetap beroperasi secara bebas di perairan regional" dan sedang menjalankan blokade tandingan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Insiden ini menjadi episode terbaru yang mengguncang gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April antara AS-Iran,

Upaya mengakhiri perang melalui perundingan langsung maupun mediasi sejauh ini pun masih gagal.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu mengatakan Washington "tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan" terhadap Iran karena Operation Epic Fury, nama operasi serangan AS terhadap Iran, telah berakhir.

Ia menambahkan Amerika Serikat telah menghancurkan apa yang "tersisa dari angkatan udara Iran" serta "melumpuhkan seluruh angkatan laut konvensional mereka".

Sejak perang pecah, Iran memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk Oman dengan Samudra Hindia.

Amerika Serikat kemudian membentuk blokadenya sendiri terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam masa damai, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur sempit strategis tersebut.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]