Negara dalam Negara, Ini Sejarah Lesotho yang 'Dikurung' Afsel

CNN Indonesia
Minggu, 07 Jun 2026 04:30 WIB
A general view of the Afriski slope in the Maluti Mountains of the Southern African Kingdom of Lesotho on August 6, 2024. Surrounded by the remote brown mountains of a country in drought, the resort's three small slopes are this year layered in artif
Lesotho di Afrika Selatan. Foto: AFP/PHILL MAGAKOE
Jakarta, CNN Indonesia --

Di dunia ini, ada negara yang secara geografis terkurung daratan Afrika Selatan. Negara tersebut adalah Lesotho.

Lesotho adalah kerajaan kecil yang terkurung daratan di Afrika bagian selatan, sepenuhnya dikelilingi oleh negara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pegunungan tinggi dan lembah mendominasi lanskap dan memainkan peran kunci dalam membentuk sejarah negara ini.

"Negara ini merupakan enklave di dalam Afrika Selatan, berbatasan dengan tiga provinsi Afrika Selatan: KwaZulu-Natal, Free State, dan Eastern Cape," demikian laporan ensiklopedia umum, Britannica.

Serupa Vatikan dan Republik San Marino, Lesotho juga sepenuhnya dikelilingi negara lain, yang harus diandalkan untuk akses ke dunia luar.

Sejarah singkat

Sejarah Lesotho tak pernah lepas dari Raja Moshoeshoe I pada abad ke-19 atau sekitar 1820-an. Ketika itu terjadi konflik dan perang antar suku di Afrika bagian selatan yang disebut Mfecane.

Moshoeshoes kemudian mengumpulkan berbagai kelompok untuk ke tempat yang lebih aman di pegunungan, lebih tepatnya di Thaba Bosiu. Mereka lalu bersatu membentuk bangsa Basotho atau orang-orang Lesotho.

Di sana, Moshoeshoe berhasil mempertahankan wilayah dari serangan Suku Zulu.

Namun, pada pertengahan abad ke-19, wilayah Bosotho menghadapi ancaman dari pemukim kulit putih keturunan Belanda (Boers) yang mendirikan negara Free State di perbatasan mereka.

Basotho kemudian perang dengan Boers dan kehilangan banyak lahan subur imbas konflik tersebut. Moshoeshoe lalu mengambil inisiatif dengan langkah diplomatis.

Pada 1868, dia meminta bantuan militer dan perlindungan ke Ratu Inggris Victoria. Inggris setuju dan menjadikan wilayah tersebut sebagai daerah perlindungan (protektorat) dan diberi nama Basutoland.

Kemudian pada 1910, wilayah-wilayah koloni di sekitarnya bergabung membentuk Uni Afrika Selatan. Inggris sempat berencana memasukkan Basutoland ke Afrika Selatan. Namun, para pemimpin adat dan rakyat Basotho menolak keras.

Inggris tetap mengelola Basutoland sebagai koloni terpisah hingga akhirnya memberikan kemerdekaan penuh pada Oktober 1966. Setelah merdeka, nama negara diubah dari Basutoland menjadi kerahaan Lesotho.

Bentang alam Lesotho

Topografi wilayah Lesotho dipenuhi pegunungan tinggi sehingga kerap disebut Kingdom in the Sky (Kerajaan di Langit).

Lesotho juga satu-satunya negara di Afrika, di mana seluruh daratannya terletak lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Dengan kondisi ini, Lesotho jadi negara terdingin di benua tersebut.

Menurut berbagai laporan, dua pertiga wilayah Lesotho terdiri dari pegunungan. Puncak tertingginya Gunung Ntlenyana, terletak 11.424 kaki (3.482 meter) di atas permukaan laut.

Lesotho juga punya Pegunungan Drakensberg yang membentuk batas timur dengan KwaZulu-Natal. Cabang-cabang Drakensberg membentuk dataran tinggi dengan ketinggian 2.700 hingga 3.200 meter.

Dataran tinggi ini merupakan sumber dari dua sungai terbesar di Afrika Selatan-Tugela yang mengalir ke timur dan Orange yang mengalir ke barat-serta anak sungai Caledon (Mohokare). Tiga sungai penting lain yakni Senqunyane di tengah negara, Kometspruit di barat daya, dan Matsoku di timur laut.

(isa/dna) Add as a preferred
source on Google