Wamenlu Anis Matta Ungkap Alasan Penyerahan Kredensial Baru Dilakukan

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 16:36 WIB
Wamenlu RI Anis Matta mengomentari soal keterlambatan Istana dalam menerima Surat Kepercayaan (Letter of Credentials) sejumlah duta besar negara sahabat.
Wamenlu RI Anis Matta mengomentari soal keterlambatan Istana dalam menerima Surat Kepercayaan (Letter of Credentials) sejumlah duta besar negara sahabat. (CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Anis Matta menyampaikan penyerahan surat kepercayaan atau kredensial dari delapan duta besar negara sahabat kepada Presiden Prabowo Subianto baru dilakukan hari ini karena jadwal Presiden yang padat.

"Murni lebih banyak karena faktor jadwal yang sangat padat dari beliau (Presiden), tidak ada niat sama sekali untuk menunda-nunda pemberian kredensial ini sama sekali," kata Anis di Istana Negara, Senin (8/6).

Anis kemudian menegaskan tidak ada niat sama sekali untuk sengaja menunda acara penerimaan Surat Kepercayaan dari para dubes asing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Murni karena masalah jadwal yang sangat padat saja sejak dari pelantikan dan situasi fokus beliau kepada penanganan situasi global yang benar-benar membutuhkan konsentrasi penuh ya," tutur Anis.

Anis kemudian mengatakan para dubes bisa memahami kendala jadwal terkait keterlambatan penerimaan Surat Kepercayaan.

"Mereka bisa mengerti situasinya dan karena pada dasarnya situasi seperti ini juga pada umumnya karena situasi global seperti sekarang ini, orang bisa mengerti situasinya. Jadi tidak ada, tidak ada masalah pada dasarnya gitu ya," ia menambahkan.

Penerimaan Surat Kepercayaan para dubes digelar hari ini di Istana Negara. Anis kemudian mengatakan sejumlah dubes yang sudah menyerahkan Letter of Credentials ke Istana Negara.

"Ada yang dari Asia Tenggara ada Filipina, kemudian dari Asia Selatan ada Sri Lanka, kemudian dari Eropa ada Ceko dan Yunani, kemudian dari Timur Tengah ada Palestina dan Lebanon, kemudian ada dari Korea Selatan sudah tadi, kemudian satu lagi dari Saint Lucia, dari Karibia," ucap Anis.

Catatan redaksi: Artikel ini mengalami perubahan judul pada Selasa (9/6) pada pukul 22.37 WIB setelah mendapat penjelasan dari pihak terkait. 

(del/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]