Iran Siaga Penuh Meski Setuju Setop Tembak Rudal ke Israel

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 06:36 WIB
A handout picture provided by the Iranian Army media office on October 28, 2023 shows soldiers during a military drill in the Isfahan province in central Iran. (Photo by Iranian Army office / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT
Militer Iran tetap siaga penuh meski setuju setop luncurkan rudal ke Israel. Foto: AFP/-
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel, namun memperingatkan akan adanya respons yang "menghancurkan" jika serangan Zionis ke Lebanon terus berlanjut.

"Menyusul agresi dan kejahatan rezim Zionis di Lebanon Selatan dan wilayah Dahiya, yang terjadi dengan dukungan Amerika Serikat, Iran memberikan respons pada rezim ini demi mendukung rakyat Lebanon yang tertindas," demikian pernyataan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, selaku komando terpadu tertinggi militer Republik Islam Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Militer Iran juga menyebut Israel dan pendukungnya seharusnya telah belajar dari respons Teheran.

"Atas dasar ini penghentian operasi angkatan bersenjata diumumkan," lanjut pernyataan itu, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Namun mereka menegaskan kembali bahwa jika agresi dan kejahatan berlanjut, termasuk di Lebanon Selatan, maka tindakan yang jauh lebih keras dan menghancurkan akan segera dilakukan.

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat awal pekan ini setelah Israel membombardir ibu kota Lebanon, Beirut, di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung.

Serangan Israel ke Lebanon ini yang mendorong Iran untuk meluncurkan serangan rudal ke Israel utara sebagai balasan.

Setelah saling serang, Israel dan sekutunya Amerika Serikat mengirimkan pesan yang menyatakan bahwa tidak akan ada serangan lebih lanjut yang diluncurkan oleh Israel, jika Iran tidak melanjutkan penembakan.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Presiden AS Donald Trump menyerukan Iran dan Israel untuk menghentikan pertempuran segera.

(dna) Add as a preferred
source on Google