Hewan 'Ikan Berjalan' Jadi Maskot Piala Dunia 2026, Nyaris Punah

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 07:40 WIB
Axolotl jadi maskot tak resmi Mexico City saat kota ini bersiap jadi tuan rumah lima pertandingan Piala Dunia.
Axolotl jadi maskot tak resmi Mexico City saat kota ini bersiap jadi tuan rumah lima pertandingan Piala Dunia. (REUTERS/Raquel Cunha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gegap gempita Piala Dunia tampak semarak di Kota Meksiko. Jalan dan fasilitas publik penuh ornamen simbol gelaran sepak bola ikan yang lucu nan imut.

Ikan yang masuk famili salamander ini disebut axolotl. Hewan tersebut digambarkan dengan warna ungu cerah menghiasi mural hingga gerbong kereta bawah tanah. Namun, di dunia nyata, di alam liar, ikan ini nyaris punah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Axolotl jadi maskot tak resmi Mexico City saat kota ini bersiap jadi tuan rumah lima pertandingan Piala Dunia. Laga pembuka akan digelar pada Kamis (11/6).

Pengelola kios yang menjual mainan di Taman Chapultepec Ernesto Velaquez berharap gambar-gambar ikan salamander itu turut menghadirkan upaya konservasi lebih lanjut.

"Beberapa orang asing bertanya apakah bisa dimakan - jawabannya tidak, mereka berisiko punah," kata Velaquez, dikutip Reuters.

"Saya berharap Piala Dunia akan membantu orang-orang belajar lebih banyak sehingga kita bisa merawat mereka dengan lebih baik," imbuh dia.

Namun, kelucuan ikon axolotl tak serta merta membuat warga Mexico City girang. Mereka justru mengkritik penggunaan hewan yang hampir punah itu untuk mengalihkan perhatian masalah infrastruktur dan upaya konservasi yang minim.

Kehadiran ikan itu sulit terdeteksi dalam beberapa tahun terakhir. Sensus terbaru yang dimulai pada 2024, dan, dua tahun kemudian, para peneliti belum menemukan satu pun axolotl.

Koordinator sensus Vania Mendoza mengatakan tim kecilnya berangkat ke kanal-kanal menggunakan tongkang sebelum fajar sepanjang musim dingin untuk mencoba menghitung axolotl di jaring mereka.

Mereka tidak menemukan satu pun, tetapi dengan menganalisis air untuk DNA, mereka bisa memastikan bahwa beberapa axolotl bertahan hidup di kanal-kanal tersebut.

"Kami tahu mereka ada di sana," kata Mendoza.

Sekitar 12 tahun lalu, ikan itu masih terlihat. Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM) mengidentifikasi sekitar 36 axolotl per kilometer persegi di Xochimilco pada 2014. Namun, angka ini menurun tajam dari 6.000 per kilometer persegi pada 1998.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]