AS Lanjut Gempur Iran, Ledakan Terjadi Dekat Selat Hormuz
Amerika Serikat kembali meluncurkan serangan ke Iran pada Kamis (11/6) pagi waktu setempat.
Media Iran melaporkan ledakan terjadi di selatan Iran, tepatnya di dekat Selat Hormuz.
Dilansir AFP, ledakan terdengar di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, Pulau Qeshm, kota Minab dan Sirik.
Sejumlah sumber-sumber di Iran melaporkan adanya serangan "proyektil musuh" di Qeshm dan kota Kargan serta Sirik.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeklaim telah memulai "serangan pertahanan tambahan" terhadap beberapa target di Iran.
"Serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan," demikian pernyataan CENTCOM.
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump kembali dongkol dan menilai Iran terlalu lama melakukan proses negosiasi untuk mencapai kesepakatan.
"Si perundung Timur Tengah telah mati! Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang akan sangat menguntungkan mereka, sekarang mereka harus membayar harganya!" tulis Trump dalam aku media sosial miliknya, Truth Social.
Padahal, Trump sebelumnya sesumbar bahwa negosiasi AS dan Iran akan mencapai kesepakatan dalam waktu dua atau tiga hari ke depan.
"[Kesepakatan mengakhiri perang] bisa dicapai dalam satu atau dua hari lagi, tapi saya pikir semuanya berjalan baik," kata dia pada Senin (8/6), dikutip Anadolu Agency.
Sejak awal pekan ini, Iran juga terus membalas serangan-serangan AS. Sejumlah aset militer AS di Bahrain hingga Yordania jadi sasaran balasan Iran, termasuk sebuah hanggar jet tempur F-35 AS di Yordania.
(dna)