AS Bantah Hormuz Ditutup Iran, Klaim Kapal Dagang Masih Melintas

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 07:35 WIB
AS Bantah Hormuz Ditutup Iran, Klaim Kapal Dagang Masih Melintas
Ilustrasi. Militer AS klaim kapal-kapal masih lewat di Selat Hormuz. (AMIRHOSSEIN KHORGOOEI / ISNA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Amerika Serikat (AS) menyatakan kapal-kapal komersial masih terus melintas keluar-masuk Selat Hormuz, meski Iran sebelumnya mengumumkan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui media sosial X pada Rabu (11/6), sebagai respons atas klaim otoritas militer Iran yang menyebut Selat Hormuz telah ditutup bagi seluruh kapal yang hendak melintas, mengutip Reuters.

"Kapal-kapal komersial terus melakukan transit masuk dan keluar Selat Hormuz," demikian pernyataan militer AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, komando militer gabungan Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz setelah serangan militer AS terhadap sejumlah target Iran. Teheran bahkan memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran tembakan.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi penghubung utama ekspor minyak dari kawasan Teluk menuju pasar global. Gangguan di jalur ini kerap memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dunia dan lonjakan harga minyak.

Di tengah ketegangan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengungkap rincian operasi militer Washington di kawasan Teluk yang berlangsung pada malam hari.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan militer AS telah menghancurkan 22 kapal Iran dalam operasi tersebut. Ia menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan jalur pelayaran dan mencegah Iran memperkuat posisinya di kawasan.

Trump juga mengklaim operasi militer AS telah membantu menjamin lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz. Menurut dia, lebih dari 100 juta barel minyak berhasil melewati jalur tersebut berkat operasi yang dilakukan militer AS.

Selain membahas operasi militer, Trump menegaskan kembali bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

"Kita tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir," kata Trump dalam wawancara tersebut.

Ia mengakui konflik di Timur Tengah dapat berdampak terhadap perekonomian dan pasar energi global. Namun, menurutnya, tindakan militer diperlukan untuk menjaga keamanan kawasan dan kepentingan strategis AS.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]