Trump Klaim Militer AS Tewaskan Pemimpin Geng Venezuela

CNN Indonesia
Sabtu, 13 Jun 2026 11:20 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim militer AS telah menewaskan pemimpin geng kriminal Venezuela Tren de Aragua bernama Hector Guerrero Flores US President Donald Trump's TRUTH Social account / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim militer AS telah menewaskan pemimpin geng kriminal Venezuela Tren de Aragua bernama Hector Guerrero Flores, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Nino Guerrero.

Trump mengatakan operasi tersebut dilakukan atas perintahnya oleh Komando Selatan AS.

"Atas arahan saya, Komando Selatan Amerika Serikat melancarkan serangan mematikan dan berhasil mengeksekusi Nino Guerrero," tulis Trump di platform Truth Social mengutip AFP, Sabtu (13/6).

Menurut Trump geng Tren de Aragua salah satu organisasi paling brutal dan kejam di dunia.

Ia menjelaskan di era Joe Biden, memungkinkan anggota kelompok kriminal itu masuk ke AS, dan melakukan berbagai tindak kejahatan. Ia menegaskan keberhasilan militer AS juga tidak luput dari bantuan pemerintah Venezuela.

"Akibatnya, teroris Tren de Aragua tidak lagi memiliki tempat berlindung yang aman di Venezuela atau di tempat lain," tulisnya.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan Guerrero dipastikan tewas dalam serangan yang dilakukan awal pekan ini. Namun hingga kini pemerintah Venezuela belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut.

Amerika Serikat telah menetapkan komplotan tersebut juga aktif di Kolombia, Peru, dan Chili, dan disebut sebagai organisasi teroris.

Pada Desember, jaksa federal di New York mengajukan dakwaan pemerasan, perdagangan narkoba, dan senjata api terhadap Guerrero.

"Guerrero Flores telah menjadi dalang evolusi Tren de Aragua dari geng penjara Venezuela menjadi organisasi teroris transnasional," kata Jaksa AS Jay Clayton dalam sebuah dakwaan.

Jaksa Clayton menyebut geng TdA telah melakukan banyak tindakan kekerasan, pemerasan, dan perdagangan narkoba di seluruh Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Eropa," katanya.

Trump menegaskan akan menumpas habis para anggota Tren de Aragua yang masih tersisa.

Organisasi teroris asing

Pemerintahan Trump sebelumnya telah menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris asing (Foreign Terrorist Organization/FTO).

Washington juga menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah petinggi kelompok tersebut atas dugaan keterlibatan dalam penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, pencucian uang, pemerasan, hingga pembunuhan berencana.

Guerrero merupakan tokoh utama di balik berkembangnya Tren de Aragua, kelompok kriminal yang berasal dari penjara Tocorón di Venezuela dan kemudian memperluas operasinya ke berbagai negara di Amerika Latin.

Organisasi itu diketahui terlibat dalam perdagangan manusia, penculikan, pemerasan, penyelundupan, hingga pembunuhan bayaran. Guerrero sendiri menjadi buronan sejak melarikan diri dari Penjara Tocorón menjelang penggerebekan aparat Venezuela pada 2023.  

(lau/mik)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK