Korea Utara Tolak Seruan AS untuk Denuklirisasi

CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2026 00:00 WIB
Korea Utara menolak seruan AS untuk denuklirisasi.
Ilustrasi. Korea Utara menolak seruan AS untuk denuklirisasi. (REUTERS/KCNA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Utara menolak seruan AS untuk denuklirisasi. Pada Minggu (14/6), Korea Utara menyebut status nuklirnya "tidak dapat diubah".

Korea Utara berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan meninggalkan nuklir. Pernyataan ini muncul usai pertemuan trilateral antara Korea Selatan, Jepang, dan AS di Tokyo pada Jumat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kemenlu Korea Selatan, di momen ini ada penegasan kembali akan komitmen terhadap "denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea." Namun Korea Utara melontarkan pernyataan berbeda.

"Retorika tak berarti AS dan pasukan bawahannya terhadap DPRK... tidak akan pernah memengaruhi posisi DPRK yang tak dapat diubah sebagai negara pemilik senjata nuklir," ujar seorang jubir lewat sebuah pernyataan yang diterbitkan Korean Central News Agency (KCNA) pada Minggu (14/6) dikutip dari AFP.

"'Denuklirisasi' adalah masalah yang telah diselesaikan secara permanen," tambahnya.

Dalam pernyataan ini, ia menggunakan akronim untuk nama resmi Korea Utara yakni DPRK (Democratic People's Republic of Korea). Sementara Korea Selatan menggunakan nama resminya yakni, Republic of Korea (ROK).

Jubir tersebut mengutip penjualan sistem senjata AS ke Korea Selatan dan Jepang sebagai pembenaran atas upaya Korea Utara mengejar program nuklirnya. Dia menggambarkannya sebagai "jaminan keamanan yang kuat untuk stabilitas dan perdamaian regional."

"Tidak peduli seberapa keras AS, Jepang, dan ROK berdebat, mereka tidak akan pernah mengubah posisi DPRK saat ini sebagai negara pemilik senjata nuklir," kata pejabat itu.

Korea Utara diketahui mempercepat program senjata nuklirnya sejak pembicaraan dengan AS gagal pada 2019. Saat itu pertemuan Kim dan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam, berakhir tanpa kesepakatan.

Kemudian Kim belum lama ini menjamu Presiden China Xi Jinping di Pyongyang menyusul pertemuan Xi dengan Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]