Israel Terancam Rugi Besar Gara-gara Pesawat Tanker AS

CNN Indonesia
Minggu, 14 Jun 2026 20:00 WIB
Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, memperingatkan bahwa kehadiran pesawat tanker AS dapat membatalkan 2,4 juta tiket penerbangan dan merugikan ekonomi. (Foto: AFP/JACK GUEZ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Transportasi Israel, Miri Regev menyebut pesawat tanker pengisian bahan bakar milik Amerika Serikat untuk perang dengan Iran memenuhi bandara-bandara di Israel dan berpotensi membatalkan jadwal penerbangan musim panas.

Dalam surat kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Miri Regev memperingatkan hal itu berpotensi membatalkan hingga 2,4 juta tiket penerbangan.

"Ini adalah kerugian ekonomi langsung miliaran shekel bagi maskapai penerbangan, industri pariwisata, dan perekonomian," tulis Regev dalam surat tersebut seperti dikutip dari CNN, Minggu (14/6).

Dalam surat itu, ia juga memperingatkan pembatalan tiket ini berpotensi merusak 'moral nasional dan ketahanan sipil'.

Disebut sekitar 72 pesawat tanker militer AS terparkir di Bandara Internasional Ben Gurion Tel Aviv. Angka itu menempati lebih dari setengah ruang bagi pesawat terbang.

Sementara itu di Bandara Internasional Ramon di Israel selatan, sekitar 26 pesawat tanker menempati sekitar 90 persen dari tempat yang tersedia.

Regev mengatakan salah satu solusinya adalah memindahkan setidaknya 30 kapal tanker ke luar negeri atau ke pangkalan militer, mengingat tidak ada satu pun pesawat tanker AS yang diparkir di pangkalan udara militer Israel.

Salah seorang pejabat Israel mengatakan ke CNN mereka sangat menghargai AS dan tetap menginginkan keberadaan mereka di sana.

"Kami hanya ingin mendistribusikan beban ke seluruh negeri," ucapnya.

Ketegangan AS, Israel, dan Iran memuncak sejak perang pecah pada 28 Februari terkait program nuklir Iran dan klaim soal ancaman yang dianggap mendesak dari rezim Teheran.

Iran kemudian membalas dengan serangan ke Israel dan sekutunya di kawasan Teluk, termasuk penutupan Selat Hormuz yang memukul ekspor minyak dan gas global.

Teranyar, AS dan Iran disebut telah mencapai kesepakatan secara lisan mengakhiri perang. Namun, sejumlah poin krusial dalam draf perdamaian itu hingga kini masih belum mendapatkan titik temu antara kedua belah pihak.

Poin utama yang belum menemukan kesepakatan adalah terkait program nuklir Iran, yang menjadi alasan utama AS melancarkan operasi militer di negara tersebut.

Teranyar, Presiden AS Donald Trump menyebut penandatanganan kesepakatan dengan Iran dijadwalkan pada Hari Minggu (14/6).

Ia menyatakan, setelah itu Selat Hormuz akan 'open to all' alias terbuka bagi semua.

"Kesepakatan dijadwalkan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA," tulis Trump melalui platform Truth Social pada Sabtu (13/6) pukul 23.45 waktu setempat, seperti diberitakan Anadolu.

(mnf/wis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK