Kemenlu Berikan Pendampingan pada ART Korban Penganiayaan di Malaysia

CNN Indonesia
Minggu, 14 Jun 2026 22:30 WIB
ART korban penganiayaan di Malaysia kini telah mendapat perlindungan dan pendampingan.
Ilustrasi. ART korban penganiayaan di Malaysia kini telah mendapat perlindungan dan pendampingan. (iStockphoto/South_agency)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelaku penganiayaan asisten rumah tangga (ART) di Malaysia telah ditangkap. Kementerian Luar Negeri RI ungkap korban diberikan pendampingan selama proses hukum berlangsung.

Kepolisian Johor Baru Bahru, Malaysia telah menangkap empat orang warga negara Malaysia yang diduga menganiaya ART asal Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, korban kini telah mendapat perlindungan pendampingan dari Kemenlu RI lewat KJRI Johor Bahru dan KBRI Kuala Lumpur.

"Sebagai bentuk pelindungan dan pendampingan, KJRI Johor Bahru telah melakukan penjemputan 2 orang korban lain yang berada di Johor Bahru pada 14 Juni 2026 dan berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur terkait keberadaan 1 orang korban lainnya di Kuala Lumpur," kata Direktur PWNI Kemlu Heni Hamidah dalam pernyataan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (14/6).

Penangkapan pelaku penganiayaan berawal dari laporan YY, salah satu korban.

Laporan YY diterima KJRI Johor Bahru pada Sabtu (13/6) yang kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat.

Di hari yang sama, polisi sudah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan. Terduga pelaku terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki.

Mereka telah menjalani pemeriksaan awal. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Sementara itu, salah satu korban yang berada di Kuala Lumpur akan diantarkan ke Joho Bahru pada Senin (15/6) untuk memberikan keterangan pada polisi.

"Perwakilan RI terkait akan memfasilitasi proses hukum dan pelindungan hukum terhadap korban melalui pendampingan oleh retainer lawyer. KJRI Johor Bahru akan memastikan hak-hak korban terpenuhi selama proses hukum berjalan," imbuh Heni.

Kabar penganiayaan ART di Malaysia ini sempat ramai dibicarakan di media sosial. Beredar video yang menunjukkan empat orang majikan menginterogasi ART dan memukulinya secara bergantian.

Kepolisian Johor menyebut peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Juli 2025 tetapi videonya baru tersebar dan viral.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]