Iran soal 'Deal' Damai dengan AS: Bukan Berarti Kami Percaya Musuh
Iran akhirnya sepakat untuk mengakhiri perang dengan Amerika Serikat pada Minggu (14/6).
Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan bahwa 'deal' tersebut belum benar-benar final.
Ia menegaskan negosiasi untuk kesepakatan akhir akan diadakan selama 60 hari, setelah Iran memastikan bahwa AS telah melaksanakan komitmennya berdasarkan kesepakatan tersebut, termasuk mengakhiri permusuhan, mencabut blokade, dan melepaskan aset yang dibekukan.
"Nota kesepahaman ini bukan berarti mempercayai musuh," kata Gharibabadi, seperti dikutip oleh Tasnim.
"Kami akan memantau pelaksanaan komitmen AS," ia menambahkan.
Gharibabadi juga menyatakan bahwa tandatangan kesepakatan damai pada Jumat (19/6) mendatang di Swiss juga untuk perundingan lanjutan guna menentukan pengaturan berikutnya untuk negosiasi.
Ia juga mengatakan bahwa Iran memasukkan semua "pendirian pentingnya" dalam draf nota kesepahaman, menambahkan bahwa teks tersebut akan dipublikasikan setelah kesepakatan ditandatangani.
Sebelumnya, Gharubabadi membeberkan bahwa teks nota kesepahaman (MoU) dengan AS telah rampung dan akan ditandatangani secara resmi pada hari Jumat di Swiss.
"Teks nota kesepahaman telah diselesaikan, dan penandatanganan resmi Nota Kesepahaman Islamabad akan berlangsung di Swiss pada Jumat," kata Kazem Gharibabadi kepada media pemerintah.
"Komitmen kami akan berlaku mulai Jumat," tegas Gharibabadi.
Meski demikian, ia membeberkan dua poin kesepakatan akan segera berlaku dalam waktu dekat ini.
"Dua hal akan berlaku segera mulai pagi ini," ia menjelaskan.
"Pertama, penyetopan permanen dan segera perang di semua front, termasuk Lebanon. Kedua, pencabutan dan penghentian blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran," ia menambahkan, dikutip dari CNN.
(bac)