Rusia Luncurkan 70 Rudal dan 611 Drone ke Ukraina
Rusia meluncurkan 70 rudal dan 611 drone ke Ukraina sejak Minggu (14/6) malam, yang menargetkan pangkalan hingga lapangan terbang militer di sejumlah kota Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya menyebut serangan itu diluncurkan ke ibu kota Kyiv, Kharkiv, dan Dnipro.
Lihat Juga : |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua serangan berhasil," demikian pernyataan Kemhan Rusia, seperti dikutip Reuters.
Serangan puluhan rudal dan drone itu menyebabkan empat orang tewas, hingga menyebabkan simbol sejarah spiritual dan budaya Ukraina Pechersk Lavra terbakar.
Biara Pechersk Lavra di pusat kota Kyiv yang merupakan Warisan Dunia UNESCO yang didirikan pada 1051, mengalami kerusakan serius akibat serangan itu.
"Serangan brutal terhadap rakyat dan warisan kita. Inllah wajah sebenarnya dari nilai-nilai Ortodoks Rusia," kata Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko.
Drone dan rudal Rusia juga menghantam beberapa gedung apartemen bertingkat tinggi dan merusak saluran listrik. Namun Ukraina mengeklaim pihaknya sukses menambak jatuh 50 rudal dan 582 drone berbagai jenis.
Di Kharkiv, lima petugas layanan darurat tewas dan lima lainnya terluka setelah serangan kedua Rusia. Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko menyebut tiga orang, termasuk seorang anak, juga mengalami luka-luka imbas serangan itu.
Baru-baru ini Ukraina meningkatkan serangan terhadap fasilitas industri dan energi Rusia, karena berusaha untuk mengurangi pendapatan Moskow dan mempercepat berakhirnya perang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengusulkan pembicaraan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, soal solusi gencatan senjata, yang melibatkan Amerika Serikat dan Eropa.
Namun kemajuan menuju kesepakatan damai di Ukraina terus berjalan lambat, lantaran para pejabat dan mediator AS kini masih berkonsentrasi pada konflik di Timur Tengah.
as a preferred source on Google
