HARI ANTINARKOTIKA DUNIA

Kisah Frank Lucas, Raja Narkoba Kulit Hitam Pertama di AS

CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 13:00 WIB
Ilustrasi. (iStock/Oleg Elkov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para gembong narkoba Amerika Serikat biasanya berasal dari keturunan Italia atau Amerika Latin. Namun, pernah ada juga yang berasal dari kulit hitam.

Dialah Frank Lucas, yang berjaya pada tahun 1970-an terutama di Harlem, New York. Mengutip dari laman The Mob Museum, Lucas lahir dan besar di daerah pedesaan North Carolina 9 September 1930 di La Grange, North Carolina.

Frank Lucas memiliki awal kehidupan yang sulit. Ia tumbuh dalam kemiskinan dan menghabiskan banyak waktu merawat saudara-saudaranya. Di usia remaja dia pindah ke New York dan terlibat dalam banyak kasus kriminal jalanan.

Ia naik ke puncak dunia narkoba New York pada akhir tahun 1960-an. Lucas mengatakan bahwa ia dibimbing oleh Ellsworth "Bumpy" Johnson, bos judi legendaris dari Harlem.

Untuk mematahkan cengkeraman mafia atas penjualan heroin di Harlem, Lucas mengembangkan jalur distribusi langsung dari wilayah yang disebut Segitiga Emas di Asia Tenggara. Dengan cara ini, Lucas dapat memperoleh heroin dalam jumlah besar dengan harga jauh lebih murah daripada membelinya dari sumber mafia.

Di era kejayaannya, awal tahun 1970-an, dia menghasilkan $1 juta per hari dari penjualan heroin "Blue Magic" miliknya. Tapi biasa mengeluarkan US$200 ribu untuk menyuap polisi.

Lucas menghabiskan keuntungannya dengan bebas, berinvestasi di bidang properti di seluruh negeri. Gaya hidupnya yang boros mungkin paling jelas terlihat dari mantel bulu chinchilla seharga US$125.000 dan topi yang serasi yang dikenakannya pada pertandingan tinju kejuaraan Muhammad Ali-Joe Frazier tahun 1971.

Lucas memang ingin kaya, "Sekaya anak muda kulit putih, sekaya Donald Trump," katanya.

Donald Trump kala itu sudah jadi pewaris sang ayah, pengusaha properti terkenal. Karena itu dia mengubah strategi bisnisnya secara besar-besaran. Ia menyadari bahwa jika ia hanya bergantung pada perantara, ia tidak akan pernah mencapai kekayaan dan kekuasaan seperti para taipan terkenal pada masa itu.

Kekaisarannya runtuh dengan penggerebekan di rumahnya di Teaneck, New Jersey, pada tahun 1975. Pihak berwenang menemukan uang tunai sebesar US$584.000 di rumah tersebut, serta kunci beberapa kotak penyimpanan aman di Kepulauan Cayman.

Lucas dihukum atas tuduhan narkoba federal dan negara bagian dan dijatuhi hukuman tujuh puluh tahun penjara. Namun, ia hanya menjalani hukuman selama lima tahun karena ia menjadi saksi negara, membantu pihak berwenang untuk menjatuhkan puluhan pengedar narkoba dan pejabat polisi korup lainnya.

Namun, Lucas ditangkap lagi atas tuduhan narkoba pada tahun 1984 dan kembali dipenjara hingga tahun 1991.

Di tahun-tahun terakhirnya, Lucas sering mengungkapkan penyesalan atas kehidupan kriminalnya, terutama kerusakan yang disebabkan oleh heroin.

Dia membuat sebuah pengakyan kepada Newark Star-Ledger pada tahun 2013.

"Mungkin aku lebih banyak menimbulkan kerusakan daripada kebaikan. Mungkin memang begitu, dan itu fakta. Saat itu, aku tidak menyadari apa yang kulakukan. Yang kutahu hanyalah, aku menghasilkan banyak uang. Bisnis yang buruk adalah bisnis yang baik. Bisnis yang mengerikan, begitulah. Aku terlibat dalam bisnis heroin, yang terburuk yang bisa kau dapatkan. Kau tidak bisa lebih rendah dari itu, dan aku terlibat di dalamnya. Sampai ke kepalaku. Jika kau ingin mengatakan bahwa aku bajingan yang tidak berguna, silakan saja. Karena memang itulah aku," aku Lukas.

Kisah hidupnya diangkat ke layar lebar pada 2007 lewat "American Gangster" yang dibintangi aktor Denzel Washington sebagai Lucas dan detektif Richie Roberts, diperankan oleh Russell Crowe.

Tak banyak menikmati

Setelah penangkapan dan menjalani kehidupan di penjara, asetnya disita, termasuk uang tunai sebesar US$584.683, dan dia dijatuhi hukuman 70 tahun penjara.

Lucas kemudian merasa tersinggung dengan jumlah uang tunai yang begitu sedikit, dan menuduh DEA (Badan Anti-Narkoba AS) mencuri darinya, menurut buku Superfly: The True Untold Story of Frank Lucas, American Gangster .

Namun Lucas masih bisa menikmati uang tanpa cedera dari royalti film. Menurut New York Post, Lucas menerima "US$300.000 dari Universal Pictures dan US$500.000 lagi dari studio dan Denzel Washington untuk membeli rumah dan mobil baru. Lucas meninggal pada 30 Mei 2019 dalam usia 88 tahun dan memiliki tujuh anak.

(imf/bac)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Jelang Pertemuan AS-Iran

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK