Fakta-fakta Kesepakatan Damai AS-Iran

CNN Indonesia
Selasa, 16 Jun 2026 08:55 WIB
Ilustrasi. AS dan Iran akhirnya mencapai kesepakatan untuk menghentikan perang di Timur Tengah. (AFP/ATTA KENARE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya mencapai kesepakatan untuk menghentikan perang di Timur Tengah.

Kesepakatan ini terwujud pada Minggu (14/6) setelah berbagai putaran perundingan dilakukan bersama para mediator.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan ini mencakup komitmen AS mencabut blokade terhadap Iran.

Meski begitu, belum ada detail mengenai isi kesepakatan. Nota kesepahaman (MoU) ini pun belum diteken secara resmi oleh kedua negara.

CNNIndonesia.com merangkum fakta-fakta mengenai kesepakatan damai AS-Iran sejauh ini.

1. Diteken 19 Juni

Menurut keterangan Trump di media sosialnya, MoU AS-Iran akan diteken di Swiss pada Jumat, 19 Juni.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, kesepakatan ini tercapai berkat mediasi Qatar, serta kontribusi besar Arab Saudi dan Turki.

"Penandatanganan resmi akan dilakukan pada Jumat, 19 Juni di Swiss. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka mencari solusi diplomatik dalam konflik ini," kata Sharif, seperti dikutip kantor berita Iran Mehr.

2. Iran setuju

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran telah mengonfirmasi soal kesepakatan ini.

SNSC menyatakan, Iran dan AS sudah merampungkan teks MoU atas arahan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, dukungan tak tergoyahkan rakyat Iran, serta upaya tak kenal lelah pasukan bersenjata Teheran.

"Berdasarkan persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, teks MoU mengenai negosiasi penghentian perang antara Iran dan AS telah difinalisasi pada 15 Juni malam," demikian pernyataan SNSC.

3. Selat Hormuz bebas bea masuk

Menurut keterangan Trump, kesepakatan damai AS-Iran mencakup komitmen untuk tidak mematok sepeser pun tarif terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Trump juga menyampaikan, Iran mula-mula akan menyingkirkan dulu semua ranjau di jalur perdagangan vital tersebut.

Selat Hormuz sendiri rencananya mulai dibuka pada Jumat setelah penandatanganan kesepakatan.

4. Setop perang di Lebanon

Menurut Mehr dan Pakistan, kesepakatan damai AS-Iran juga meliputi perjanjian untuk menghentikan pertempuran di semua front, termasuk Lebanon.

Lebanon saat ini berada di bawah bombardir Israel buntut keterlibatan pasukan milisi Hizbullah dalam perang Iran.

Israel dan Hizbullah sendiri bukan pihak dalam perjanjian. Oleh sebab itu, penegakan komitmen ini bergantung pada kemampuan AS memaksa Israel menyetop kampanye militernya serta kerja sama yang kuat dari Iran dalam menahan Hizbullah.

Pada Senin, menteri-menteri Israel sendiri menyatakan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di wilayah Lebanon yang telah mereka rebut hingga Hizbullah sepenuhnya musnah.

5. Netanyahu nyaris gagalkan kesepakatan

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu nyaris menggagalkan kesepakatan Iran dan AS. (Photo by Yair Sagi / POOL / AFP) Foto: AFP/YAIR SAGI

Dalam wawancara dengan The New York Times pada Minggu, Trump sempat mengaku bahwa kesepakatan ini nyaris gagal karena ulah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump berujar, serangan-serangan tiada henti Israel ke Lebanon hampir membuat Iran menolak kesepakatan.

"Dia [Netanyahu] orang yang sangat sulit," kata Trump mengenai Netanyahu yang terus berambisi melanjutkan perang.

Menurut Trump, Netanyahu mestinya bersyukur karena AS telah membantu menyetop perang dengan Iran. Sebab, jika Iran benar memiliki uranium nyaris setingkat senjata nuklir, Israel tak akan selamat dalam dua jam.

"Sejujurnya, dia [Netanyahu] harusnya berterima kasih kepada kami karena telah melakukan ini [menghentikan pertempuran]. Sebab jika Iran punya senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan dalam dua jam," kata Trump.

(blq/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK