Israel dan Hizbullah Sepakat Perbarui Gencatan Senjata

CNN Indonesia
Sabtu, 20 Jun 2026 08:30 WIB
Israel dan Hizbullah sepakat memperbarui gencatan senjata setelah pertempuran sengit. (Foto: REUTERS/Zohra Bensemra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Israel dan Hizbullah sepakat memperbarui perjanjian gencatan senjata yang sempat rapuh pada Jumat (19/6), setelah terjadi eskalasi pertempuran antara kedua belah pihak selama 24 jam.

Melansir The Guardian, pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat antara AS dan Iran di Swiss untuk membahas implementasi kesepakatan baru dibatalkan ketika Hizbullah membunuh empat tentara Israel.

Israel kemudian melancarkan serangkaian serangan balasan di Lebanon Selatan dan lembah Bekaa yang menewaskan sedikitnya 47 orang.

Pembicaraan tersebut seharusnya dimulai di desa Obbürgen, Swiss, dua hari setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang membuka jendela waktu 60 hari untuk menegosiasikan kesepahaman permanen mengenai program nuklir Iran sekaligus melancarkan lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz.

Nota Kesepahaman tersebut menyerukan diakhirinya permusuhan di semua lini, termasuk di Lebanon.

Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengingatkan agar tidak melanggar perjanjian tersebut, dan mengancam akan memberikan tanggapan tegas kepada musuh.

Bentrokan terbaru antara Israel dan Hizbullah, yang memiliki hubungan dekat dengan Iran, merupakan yang paling sengit sejak gencatan senjata diberlakukan.

Hizbullah menargetkan pasukan Israel di dekat kota Nabatieh, di Lebanon selatan, dengan beberapa rentetan tembakan roket dan drone semalam setelah penembakan sporadis Israel sepanjang Kamis.

Israel merespons dengan serangkaian serangan udara ke kota itu dan kota-kota sekitarnya yang menurut mereka merupakan sasaran Hizbullah. Kementerian Kesehatan melaporkan serangan balik itu menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 33 lainnya.

Menjelang malam, bentrokan tampaknya telah berakhir. "Jika Hizbullah tidak menyerang kami, maka bagi kami ini bukanlah masa perang," kata seorang pejabat Israel pada Jumat malam.

(yoa/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK