Bolivia Darurat Nasional Gegara Didemo Berminggu-minggu
Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengumumkan darurat nasional di negaranya pada Sabtu (20/6) waktu setempat.
Status tersebut ditetapkan karena aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung selama beberapa pekan lalu, dikutip dari AFP.
Para pengunjuk rasa memprotes kebijakan pemerintah yang dinilai semakin membuat ekonomi Bolivia terpuruk. Mereka juga mendesak Presiden Paz mundur dari jabatannya.
Aksi demo tersebut mengakibatkan kekacauan dan membuat sejumlah kota lumpuh karena memblokir jalan-jalan dan melakukan pembakaran.
Paz kemudian mengumumkan status darurat nasional untuk Bolivia akibat chaos di negaranya.
"Setelah menempuh semua jalur dialog, mencapai kesepakatan dengan mereka yang tuntutannya sah, dan mengidentifikasi mereka yang menggunakan kekerasan dalam upaya untuk menggoyahkan Bolivia, kami memutuskan untuk mengumumkan keadaan darurat di seluruh wilayah nasional," kata Paz dalam pidato yang disiarkan televisi.
Demo sebulan lebih
Demo di Bolivia sebetulnya sudah berlangsung sejak bulan lalu. Kemarahan warga kian memuncak usai Paz menandatangani undang-undang yang mempermudah pemerintah menerapkan keadaan darurat.
"Undang-undang ini bertujuan melindungi mayoritas penduduk negara ini dari terorisme narkoba yang memicu protes," kata Paz usai meneken UU pada Senin (8/6), dikutip dari ABC News.
Dia lalu berujar, "Saya mengulurkan tangan ke organisasi-organisasi sosial yang punya tuntutan yang sah dan menegaskan kembali kesediaan saya untuk terlibat dalam dialog."
Namun, warga menolak dialog dengan Paz. Mereka justru kian menegaskan tuntutannya agar dia mundur.
Lihat Juga : |
Mulanya warga berunjuk rasa karena tak puas dengan pemerintahan Paz. Situasi ekonomi terus memburuk bahkan memicu inflasi, harga bahan bakar minyak melonjak tajam, hingga penghapusan subsidi BBM.
(bac)