Latvia Beber Rusia Siapkan Serangan ke Negara Baltik buat Tekan NATO

CNN Indonesia
Selasa, 23 Jun 2026 16:10 WIB
Jet tempur Rusia Su-35
Jet tempur Rusia Su-35. (AFP/DIMITAR DILKOFF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Intelijen Latvia mewanti-wanti Rusia sedang mempersiapkan serangan hibrid ke negara-negara Baltik termasuk Polandia untuk menekan anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berhenti mendukung Ukraina.

Intelijen Latvia menilai serangan tersebut bisa menggunakan drone atau hibrida lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melihat indikasi Rusia sedang mempersiapkan provokasi militer terhadap Baltik atau Polandia, bukan perang konvensional karena Rusia belum mampu," demikian menurut penilaian Intelijen Latvia, dikutip Fox, Senin (22/6).

Mereka lalu berujar, "Tetapi bentuk serangan hibrida, seperti rudal, drone, atau tindakan lain yang dirancang mengirimkan sinyal: hentikan dukungan untuk Ukraina atau Anda akan menghadapi masalah Anda sendiri."

Intelijen Latvia kemudian menyatakan hingga kini tak ada ancaman militer terhadap negara tersebut.

"Kami tak khawatir dengan skala penuh saat ini. Rusia butuh tiga hingga lima tahun, bahkan jika perang di Ukraina berakhir, untuk membangun kembali kemampuan yang memadai," lanjut mereka.

Lebih lanjut, intelijen Latvia menyatakan kekhawatiran yang paling mendesak selain perang hibrida adalah salah perhitungan dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Putin, kata mereka, terus mencari cara untuk menekan anggota NATO agar mundur dari Ukraina. Di sisi yang lain, dia juga bisa menerima penilaian yang menyimpang dari internal Moskow, dan berpotensi salah memahami tekad Barat.

"Kekhawatiran terbesar adalah salah perhitungan. Lembaga-lembaga Rusia mengatakan ke Putin apa yang dia dengar, dan itu menciptakan siklus bahaya yang bisa memicu keputusan bodoh dan tak masuk akal," kata intelijen Latvia.

Mereka juga mengatakan semakin banyak tanda Putin hanya ingin menerima berita positif.

"Dia terisolasi, dan itu membuat pengambilan keputusan semakin bermasalah karena keputusan tak berdasarkan situasi sebenarnya," tambah intelijen Latvia.

Peringatan Latvia tersebut sejalan dengan kekhawatiran yang disuarakan para pejabat Polandia pada awal Juni. Mereka menyebut perang hibrida Rusia terhadap sayap timur NATO sebagai sesuatu yang sudah berlangsung.

Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Marcin Bosacki lalu menyebut serangan siber yang diduga dilakukan Rusia termasuk pembunuhan, aktivitas drone, dan serangan terhadap infrastruktur penting di wilayah NATO.

Negara-negara Baltik dan Polandia adalah sekutu NATO. Artinya, provokasi Rusia di sana bisa dengan cepat menguji komitmen perjanjian dan berisiko memicu konfrontasi yang lebih luas.

(isa/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]