Jetten Minta Maaf ke KNIL Maluku, Sosok PM Belanda yang Mengaku Gay

CNN Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026 07:55 WIB
Perdana Menteri Belanda Rob Jetten minta maaf kepada eks tentara KNIL Maluku karena perlakuan "tak berperasaan" dan "tidak terhormat". (AFP/SIMON WOHLFAHRT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Belanda Rob Jetten minta maaf kepada eks tentara KNIL Maluku karena perlakuan "tak berperasaan" dan "tidak terhormat".

Para tentara itu pernah direkrut untuk berperang selama kemerdekaan Indonesia.

Ketika tiba di Belanda pada 1951, para serdadu yang dijanjikan segera pulang ke kampung halaman itu, justeru mendapatkan sikap tidak simpatik. Mereka diberhentikan dan ditempatkan di sebuah bangunan bekas kamp transit Nazi, Westerbork.



"Atas pemberhentian mereka sebagai tentara yang dilakukan secara tidak berperasaan dan tidak terhormat, atas penerimaan dan tempat tinggal yang tidak memadai, karena mereka tidak diperhatikan dan ditinggalkan, atas kerinduan untuk pulang yang tidak pernah terwujud, atas kesedihan dan penderitaan dalam begitu banyak keluarga Maluku..untuk semua itu, saya menyampaikan permintaan maaf hari ini atas nama pemerintah Belanda. Ini bukan hanya sudah sangat terlambat, tetapi juga diperlukan jika kita ingin melangkah maju," kata Jetten, dilansir The Guardian, Senin (22/6).

Tercatat ada sekitar 12.500 prajurit Maluku dan keluarganya yang dipindahkan ke Belanda pada 1951 setelah kemerdekaan Indonesia. Mereka tergabung dalam Tentara Kerajaan Hindia Belanda (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger, KNIL).

Tentara Hindia Belanda ini dibentuk pada 1830 untuk mempertahankan wilayah jajahan Belanda di Nusantara. Meskipun sering diidentikkan dengan penjajah, mayoritas personelnya pada abad ke-20 justru berasal dari kalangan pribumi (seperti Jawa, Ambon, dan Minahasa).

Siapa Rob Jetten?

Rob Arnoldus Adrianus Jetten adalah Perdana Menteri Belanda termuda saat dilantik. Dia lahir pada 25 Maret 1987 di Veghel, Brabant Utara , Belanda, dan dibesarkan di Uden.

Ia menerima pendidikan menengahnya di Udens College antara tahun 1999 dan 2005. Kemudian ia belajar di Universitas Radboud antara tahun 2005 dan 2011, di mana ia memperoleh gelar BA dan MA dalam administrasi publik .

Pemerintahan Jetten dilantik di Istana Huis ten Bosch pada hari Senin, 23 Februari 2026.

Pemerintahan baru ini merupakan koalisi dari Demokrat '66 (D66), Partai Rakyat untuk Kebebasan dan Demokrasi (VVD), dan Aliansi Demokrat Kristen (CDA), dan terdiri dari 18 menteri dan 10 sekretaris negara. Upacara pelantikan di hadapan Raja menandai masuknya pemerintahan baru secara resmi ke dalam jabatannya.

Selain menjabat PM, Jetten juga memagang jabatan sebagai Menteri Urusan Umum. Tugasnya adalah koordinasi kebijakan pemerintah dan komunikasi.

Kementerian ini juga mengeluarkan informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan Keluarga Kerajaan seperti dilansir dari laman pemerintahan Jetten.

"Ambisi besar saya adalah agar masyarakat kembali melihat dan merasakan bahwa politisi mampu mengambil keputusan sulit dan menyelesaikan masalah praktis. Itu berarti melakukan apa yang diperlukan baik untuk saat ini maupun masa depan, menghadapi pilihan-pilihan sulit, dan mencapai hasil. Dengan bekerja sama dengan semua kekuatan positif di negara kita, kita dapat membantu membangun Belanda yang lebih baik. Mari kita mulai bekerja," katanya.

Blak-blakan mengaku gay

Jetten juga menjadi Perdana Menteri pertama di negeri kincir angin itu, yang terus terang emenyatakan diri sorang gay. Dia secara terbuka mengakui orientasi seksualnya.

Meskipun tidak menjadikan kehidupan pribadinya sebagai bagian dari identitas politiknya, lima tahun lalu Jetten mengunggah video yang memperlihatkan dia membacakan daftar panjang pesan homofobik di ponselnya.

Dia melakukan itu untuk menunjukkan pentingnya peringatan Hari Internasional Melawan Homofobia.

Jetten bertunangan dengan pemain hoki asal Argentina, Nicolas Keenan dan sudah menikah pada 2025 silam.

(imf/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK