Balas AS, Iran Gempur Pembangkit Listrik dan Air Kuwait
Iran menyerang pembangkit listrik dan pabrik desalinasi Kuwait usai fasilitas mereka digempur Amerika Serikat (AS).
Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait pada Sabtu (18/7) menyatakan terjadi kebakaran di salah satu komponen pembangkit listrik dan pabrik desalinasi mereka pasca serangan terbaru Iran.
"Hal ini memerlukan tindakan operasional pencegahan, yang terdiri dari pemutusan sejumlah unit pembangkit untuk menjaga keselamatan pabrik dan para pekerja, serta untuk memastikan stabilitas jaringan listrik," demikian pernyataan kementerian, seperti dikutip Al Jazeera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuwait memastikan jaringan listrik dan air tetap beroperasi karena kementerian mengaktifkan skema darurat.
"Kementerian menegaskan bahwa semua rencana operasional dan darurat diaktifkan segera setelah terjadinya insiden, memastikan keberlanjutan dan stabilitas jaringan listrik dan air serta membatasi dampak potensial pada layanan dengan pemantauan teknis dan operasional yang terus berlanjut sepanjang waktu," bunyi pernyataan kementerian.
Serangan terhadap fasilitas listrik dan air Kuwait terjadi setelah fasilitas yang sama milik Iran di Provinsi Hormuzgan diserang Amerika Serikat pada Jumat (17/7) malam. Serangan tersebut menyebabkan pasokan air minum di daerah pesisir Bunji terputus.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengutuk "serangan ilegal" tersebut dan mengatakan bahwa Washington telah menyerang daerah dan infrastruktur sipil.
"Beginilah cara Amerika Serikat mencoba memamerkan apa yang disebut kekuatannya, dengan menyerang infrastruktur sipil dan membunuh warga sipil," tulis Baghaei dalam pernyataan di media sosial.
Menurut Baghaei, setidaknya delapan orang, termasuk dua disabilitas, tewas dalam serangan tersebut, demikian dilaporkan Mehr.
Pasca serangan di Hormuzgan, sirene serangan udara di Kuwait meraung kencang pada Sabtu pagi. Seiring dengan itu, pasukan militer Kuwait berjibaku mencegat berbagai rudal dan drone yang meluncur ke wilayah udara mereka.
Penerbangan Kuwait Airways terpaksa dihentikan sementara.
Dalam keterangan resmi, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pihaknya telah menyerang dermaga pendukung bahan bakar armada AS di pelabuhan Al Ahmadi Kuwait, serta menghancurkan pusat sinyal dan telekomunikasi AS di negara itu.
(rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]