Israel Bakal Angkat Kaki dari 2 Wilayah di Lebanon
Pasukan Israel bakal angkat kaki dari dua wilayah di Lebanon menyusul kesepakatan damai yang ditandatangani kedua belah pihak.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan menarik diri dari utara dan selatan Sungai Litani lalu menyerahkan kedua wilayah tersebut ke militer Lebanon.
Netanyahu menggambarkan pergerakan pasukan Israel itu sebagai upaya meninggalkan lokasi yang "tidak dibutuhkan" di Lebanon.
PM Israel ini juga turut mengomentari kesepakatan yang tercapai antara pemerintahannya dengan Lebanon.
"Ini juga merupakan pukulan besar bagi Iran," kata Netanyahu, dikutip CNN.
Dia lalu berujar, "Iran mencoba memaksa kami untuk menarik diri dari Lebanon selatan dengan kekerasan. Pada intinya, Israel, Lebanon, dan Amerika Serikat mengatakan kepada mereka: ini bukan urusan kalian."
Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Angkatan Bersenjata Lebanon akan bergerak ke wilayah-wilayah itu sekaligus sebagai program percontohan.
Sebelumnya, Israel dilaporkan tengah mempertimbangkan penarikan "simbolis" dari wilayah pendudukan di Lebanon selatan sebagai bagian dari pembicaraan dan "isyarat" ke pemerintah Lebanon.
Militer Israel pada Kamis juga menyatakan akan mengurangi pasukannya di Lebanon untuk sementara waktu. Namun, mereka tak memberi rinci wilayah mana yang dimaksud.
Pasukan Israel yang akan angkat kaki dari dua wilayah itu merupakan hasil perjanjian damai Israel-Lebanon yang diteken pada Jumat.
Perjanjian itu disebut-sebut akan menjadi kerangka untuk upaya perdamaian kedua negara.
Lebanon kembali terseret dalam konflik usai milisi Hizbullah menggempur Israel sebagai bentuk pembalasan menyusul kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Khamenei tewas dalam serangan brutal Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada 28 Februari. Hari-hari setelah itu, mereka terus bertempur.
Israel juga menggempur habis-habisan Lebanon dengan dalih Hizbullah mengancam keamanan negara mereka.
(ans/sfr)