Cape Verde, Awalnya Pulau Tanpa Penghuni Kini Cetak Rekor Piala Dunia

CNN Indonesia
Senin, 29 Jun 2026 15:01 WIB
Cape Verde baru pertama ikut dalam kompetisi sepak bola paling bergengsi Piala Dunia, namun berhasil lolos ke babak 32 besar. (REUTERS/Sodiq Adelakun)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu tim nasional yang menjadi perhatian para penggila sepak bola di Piala Dunia 2026 adalah Tanjung Verde atau biasa disebut Cabo Verde, kemudian jadi Cape Verde.

Negara ini baru pertama ikut dalam ajang kompetisi paling bergengsi di dunia, namun berhasil lolos ke babak 32 besar sebagai runner-up grup.

Melansir dari situs FIFA, keberhasilan Tanjung Verde menjadi salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026.

Berstatus sebagai debutan, mereka mampu mengumpulkan poin yang cukup untuk mengamankan tiket ke fase gugur. Penampilan solid lini belakang serta efektivitas serangan balik menjadi senjata utama yang membawa mereka melangkah lebih jauh dari perkiraan banyak pengamat.

Berapa jumlah populasi Cape Verde?

Negara Cape Verde tercatat hanya memiliki populasi sebanyak 524.877 orang berdasarkan survei World Bank 2024.

Jumlah tersebut hanya dua kali populasi kecamatan di DKI Jakarta yang rata-rata dihuni 255.000 orang per kecamatan.

Awalnya pulau tak berpenghuni

Tanjung Verde adalah negara pulau di Afrika, terletak di sebuah kepulauan di Samudra Atlantik, tepat di lepas pantai barat negara Guinea-Bissau. Pemukim tetap pertama di gugusan pulau ini adalah penjelajah Portugis yang diyakini telah menetap di sana pada tahun 1462.

Secara historis, kepulauan ini digunakan sebagai tempat persinggahan bagi orang-orang yang diperbudak yang diangkut melintasi Atlantik, dan untuk kapal-kapal pasokan yang menuju koloni Portugis. Tanjung Verde tetap berada di bawah kekuasaan Portugis hingga tahun 1975, seperti dikutip dari laman sejarah Afrika, Sahistory.

Sejak tahun 1991 Tanjung Verde telah menjadi negara demokrasi multipartai, dengan perubahan partai penguasa dalam beberapa pemilihan. Dalam konteks Afrika, negara ini dikenal karena pluralisme politik dan stabilitasnya. Pada tahun 2013 Tanjung Verde mengubah nama resminya di Majelis Umum PBB menjadi Cabo Verde.

Permukiman awal

Permukiman awal di Tanjung Verde oleh nelayan Arab dan Afrika hanya diceritakan melalui sejarah lisan, dan tetap menjadi bagian dari kisah mitologis asal usul kepulauan tersebut.

Secara umum disepakati bahwa Kepulauan tersebut tidak berpenghuni ketika Portugis pertama kali mendarat pada tahun 1456. Beberapa penjelajah telah diakui sebagai orang Eropa pertama yang menemukan Tanjung Verde: Diogo Gomes, Diogo Dias, Diogo Alfonso, dan Alvise Cadamosto.

Wilayah jajahan Portugis

Tanjung Verde adalah koloni Eropa pertama di iklim tropis dan dapat dianggap sebagai titik awal Kekaisaran kolonial Portugal. Permukiman pertama di Tanjung Verde didirikan pada tahun 1462 (30 tahun sebelum Columbus tiba di Amerika) dan disebut Ribeira Grande.

Pada abad-abad pertama pemerintahan Portugis di Tanjung Verde, kepulauan tersebut tidak dipandang sebagai koloni melainkan sebagai perpanjangan Portugal. Hal ini berarti bahwa tidak ada permusuhan yang besar antara penduduk Tanjung Verde dan otoritas Portugis.

Meskipun penjajah Portugis berusaha membangun ekonomi berbasis perkebunan, upaya tersebut tidak pernah berhasil secara ekonomi karena iklim kering tidak kondusif untuk menanam tebu atau kapas.

Pernah jadi pusat transit perbudakan

Oleh karena itu, perbudakan dan perdagangan budak transatlantik merupakan inti dari perekonomian Tanjung Verde, dan Tanjung Verde merupakan pos perdagangan bagi orang-orang yang diperbudak yang datang dari Guinea-Bissau dan menuju Brasil.

Sebab Tanjung Verde terletak strategis di antara Afrika dan Amerika untuk menjadi pelabuhan pasokan bagi perdagangan budak transatlantik, baik kapal Portugis maupun kapal asing akan menggunakan pulau-pulau tersebut untuk mengisi kembali persediaan. Karena dampak transnasional dari perdagangan budak, Tanjung Verde menjadi masyarakat yang beragam secara budaya.

Sejumlah orang yang diperbudak yang dibawa ke Tanjung Verde akan tetap tinggal di sana, dipaksa bekerja di sektor pertanian di perkebunan Tanjung Verde. Yang lain akan tinggal sebentar di kepulauan tersebut di mana mereka akan dipersiapkan secara budaya dan material untuk kondisi kerja dan kehidupan di koloni Portugis lainnya.

Perdana Menteri Tanjung Verde saat ini adalah Francisco Carvalho. Ia resmi dilantik pada 19 Juni 2026, menggantikan pendahulunya, Ulisses Correia e Silva, setelah kemenangan partainya (PAICV) dalam pemilu legislatif.

(imf/bac)


Saksikan Video di Bawah Ini:

EDUSPORTS: Format Baru di Piala Dunia 2026

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK