Armada Pesawat Tempur Siluman China Makin Canggih
Media pemerintah China merilis rekaman kemajuan produksi pesawat tempur siluman generasi kelima yang diklaim makin canggih J-35.
Pesawat itu terlihat di pabrik baru Shenyang Aircraft Corporation dengan nomor seri 350030. Ini sekaligus jadi tanda pesawat ke-30 yang diproduksi.
J-25 berfungsi sebagai pesawat tempur berbasis di kapal induk di Angkatan Laut dan sebagai pesawat tempur superioritas J-20.
Program pembuatan J-35 menjadikan China sebagai negara pertama di dunia yang secara serial memproduksi dua jenis pesawat tempur generasi kelima secara bersamaan.
Di luar China, hanya dua pesawat tempur generasi baru lainnya yang sedang diproduksi, yakni F-35 AS dan Su-57 Rusia.
Namun, F-35 punya jangkauan yang jauh lebih pendek, kurang lincah, dan punya radar yang jauh lebih kecil dari pesawat tempur China, sementara Su-57 jauh tertinggal dalam hal avionik dan fitur siluman.
J-35 adalah pesawat tempur dengan jangkauan lebih pendek dari J-20 dengan tata letak yang jauh lebih konvensional. Pesawat ini juga diperkirakan akan menghabiskan biaya operasional dan kebutuhan perawatan yang jauh lebih rendah, sehingga memungkinkan digunakan dalam jumlah besar.
Pada September 2025, media pemerintah China menunjukkan penampang radar J-35 lebih kecil dari telapak tangan manusia, kira-kira sebesar burung pipit, yang diciptakan berkat desain badan pesawat khusus dan teknologi metamaterialnya.
Lihat Juga : |
Kemampuan silumannya dianggap sebanding dengan batch produksi terbaru J-20 dan F-35, dan jauh lebih unggul daripada F-22 dan Su-57 Rusia yang lebih tua.
Kepala ahli Institut Desain dan Penelitian Pesawat Shenyang, Wang Yongqing, mengatakan banyak pencapaian penelitian yang bisa diterapkan di berbagai varian, seperti sensor, peralatan di dalam pesawat, dan sistem avionik.
"Model pengembangan ini telah secara signifikan mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk pengembangan jet tempur," kata Yongqing, dikutip Millitary Watch Magazine, Minggu (28/6).
Dia lalu berujar, "Hal ini akan mengurangi biaya pemeliharaan di masa mendatang dan meningkatkan efisiensi logistik."
(isa/bac)