Pakistan Kembali Luncurkan Serangan Mematikan ke Milisi Afghanistan

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 09:30 WIB
An Afghan resident salvages belongings amid debris from a damaged house after a Pakistan airstrike in the Barmal district of Paktika province on June 10, 2026. Pakistan has renewed deadly airstrikes on neighbouring Afghanistan, officials in both coun
Pakistan luncurkan serangan paling mematikan ke Afghanistan, klaim targetkan anggota milisi. Foto: AFP/STR
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakistan kembali melancarkan serangan paling mematikan terhadap Afghanistan, hingga menewaskan puluhan milisi. Serangan ini juga disebut menewaskan sejumlah korban sipil.

Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, mengatakan operasi udara dan darat menewaskan 29 anggota milisi. Serangan itu ditujukan kepada kelompok yang dituduh bertanggung jawab atas serangan mematikan akhir pekan lalu di Karachi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, pemerintah Taliban Afghanistan mengeklaim serangan udara Pakistan yang menghantam tiga provinsi timur telah menewaskan 36 warga sipil dan melukai 163 orang lainnya.

Seorang warga di Provinsi Paktia, Adam Khan, mengaku tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata kondisi anak-anak yang dirawat di rumah sakit imbas serangan.

"Mereka yang tewas dalam salah satu serangan itu adalah warga sipil tak berdosa, termasuk anak-anak, orang tua, dan perempuan yang sedang tidur di sebuah rumah," kata Adam Khan kepada AFP.

Wakil juru bicara pemerintah Afghanistan, Hamdullah Fitrat, mengatakan Paktia dibom untuk kedua kalinya, setelah warga bergegas menyelamatkan orang-orang.

Operasi Pakistan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan adalah yang paling mematikan sejak Maret. Pakistan mengatakan serangan terbaru mereka menargetkan Jamaat-ul-Ahrar, sebuah kelompok sempalan dari Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP).

Sebelumnya mediasi yang dilakukan oleh beberapa negara, termasuk China, gagal menghasilkan resolusi yang langgeng antara Afghanistan dan Pakistan. Perang kedua negara awal tahun ini menewaskan ratusan warga Afghanistan dan menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi.

Meski Pakistan menjadi mediator antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, namun Pakistan mengatakan bahwa pertempuran melawan milisi di dalam negeri membutuhkan serangan terhadap Afghanistan.

(dna) Add as a preferred
source on Google