Siapa Gadi Eisenkot Kandidat PM Israel Ancaman Terbesar Netanyahu?
Mantan Kepala Staf Militer Israel sekaligus pemimpin oposisi, Gadi Eisenkot, menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengarang klaim bahwa Iran punya senjata nuklir.
Mengutip harian Israel Yedioth Ahronoth, Eisenkot menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi di Israel tengah. Ia menilai pernyataan terbaru Netanyahu mengenai kemampuan nuklir Iran tidak sesuai dengan fakta dan hanya untuk menakut-nakuti publik Israel.
"Netanyahu mengatakan hal-hal yang memuakkan. Iran sama sekali tidak memiliki bom nuklir. Dia sedang mengarang kenyataan untuk menakut-nakuti masyarakat Israel," kata Eisenkot pada Rabu (1/7).
Menurut surat kabar tersebut ,pemimpin Partai Yashar itu merujuk pada wawancara Netanyahu dengan Channel 14 pada Selasa (30/7). Dalam wawancara itu, Netanyahu mengatakan, "Saya memasuki Iran dua kali untuk menyelamatkan kita dari kehancuran akibat bom atom yang sudah berada di tangan mereka."
Sejak Israel membantu AS melancarkan serangan ke Iran pada Februari lalu dan memicu perang pecah, Netanyahu kerap menggaungkan bahwa Iran merupakan ancaman paling bahaya kawasan karena sudah memiliki senjata nuklir, terlepas dari sanksi ekonomi selama bertahun-tahun.
Dikutip Middle East Monitor, Israel juga melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap sejumlah sasaran di wilayah Iran pada Juni 2025. Tel Aviv menyatakan operasi tersebut menargetkan program nuklir dan kemampuan rudal Teheran.
AS dan Israel menuduh Iran menjalankan program nuklir dan rudal yang mengancam keamanan Israel serta negara-negara sekutu Washington di kawasan.
Iran membantah sedang mengembangkan senjata nuklir dan menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata bertujuan damai.
Hingga kini, belum ada laporan internasional yang mengonfirmasi bahwa Iran memiliki senjata nuklir.
Sementara itu, Israel, yang menduduki wilayah Palestina serta sebagian wilayah Lebanon dan Suriah, secara luas diyakini oleh para pakar internasional sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki persenjataan nuklir, meski pemerintahnya tidak pernah secara resmi mengakuinya. Fasilitas nuklir Israel juga tidak berada di bawah pengawasan atau sistem verifikasi Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Eisenkot saingan utama Netanyahu sebagai PM
Wawancara Netanyahu dengan stasiun televisi sayap kanan Channel 14 itu berlangsung ketika Israel bersiap menghadapi pemilihan umum yang diperkirakan akan digelar dalam beberapa bulan mendatang.
Sementara itu, Eisenkot, yang menjabat sebagai Kepala Staf Militer Israel pada 2015-2019, merupakan salah satu calon kuat penantang Netanyahu dalam pemilihan umum Israel mendatang. Ia sempat mengumumkan niatnya untuk maju sebagai calon perdana menteri.
Dikutip Times of Israel, dalam jajak pendapat Channel 12 pada awal Juni lalu soal siapa sosok yang cocok menjabat di kursi PM selanjutnya, sebanyak 38 persen responden menyebut Eisenkot, 27 persen menyebut Netanyahu, dan 12 persen menyebut eks PM Naftalli Bennet.
Bagiamana elektabilitas Eisenkot?
Eisenkot menjadi penantang terkuat untuk merebut kursi PM dari Benjamin Netanyahu. Namanya memang tidak terlalu mencuat secara global, namun ia meraih popularitas yang sangat tinggi di Israel.
Eisenkot bahkan menggeser popularitas kandidat PM lainnya seperti mantan PM Naftali Bennett yang sebelumnya berada di urutan pertama dalam persaingan kursi PM.
Partai sayap kanan pendukung Netanyahu terutama Likud, bahkan mulai mengalihkan perhatian mereka ke Eisenkot untuk diwaspadai. Sejumlah video kampanye untuk menjatuhkan Eisnkot, sang pemimpin partai kelompok tengah Yashar, mulai disebarkan para pendukung Netanyahu, dikutip dari CNN.
Partai Yashar milik Eisenkot, yang berarti "lurus" atau "jujur" dalam bahasa Ibrani dan didirikan kurang dari setahun yang lalu, sempat terpuruk di angka satu digit dalam sebagian besar jajak pendapat hingga baru-baru ini.
Sekarang, sebagian besar survei menunjukkan partai tersebut berada di posisi yang hampir sama dengan Likud dan di depan daftar gabungan yang dibentuk oleh Bennett dan mantan perdana menteri lainnya, Yair Lapid.
Keduanya berusaha menggandeng Eisenkot ke dalam koalisi anti-Netanyahu. Tetapi ia menolak, memilih untuk maju secara independen, dan sekarang telah melampaui mereka dalam beberapa jajak pendapat.
Sekuat apa peluang partai bentukan Eisenkot?
Jajak pendapat terbaru dari media Israel, Channel 12, memproyeksikan bahwa partai Eisenkot akan memperoleh 21 kursi di parlemen Israel, Knesset, Angka itu tepat di belakang Likud yang memperoleh 23 kursi dan di depan Bennett-Lapid yang memperoleh 18 kursi.
Ketika ditanya siapa yang lebih cocok untuk menjabat sebagai perdana menteri, 38 persen responden menyebut Eisenkot; 36 persen menyebut Netanyahu. Lembaga survei besar lainnya menunjukkan tren serupa.
Pergeseran ini tercermin dalam pesan-pesan Likud, yang mulai memperlakukan Eisenkot sebagai saingan utama Netanyahu setelah sebelumnya berfokus pada Bennett.
(rds)