Viral Fenomena 'AC Outdoor' di China Imbas Suhu Ekstrem 51 Derajat

CNN Indonesia
Jumat, 03 Jul 2026 08:36 WIB
People wearing sun-protective clothing cross a road amid a yellow alert for heatwave in Beijing, China June 5, 2023. REUTERS/Florence Lo
Fenomena "AC outdoor" menjadi sorotan di China menyusul gelombang panas yang menerjang kawasan itu hingga suhu di Beijing sempat mencapai 51 derajat Celsius. (Foto: REUTERS/FLORENCE LO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena "AC outdoor" menjadi sorotan di China ketika atap gedung-gedung tinggi dipasang sistem pendingin yang memancarkan semprotan kabut air di tengah gelombang panas ekstrem yang menerjang kawasan itu.

Suhu udara di malam hari bisa melampaui 40 derajat Celsius di China. Suhu di Wilayah Ibu Kota Nasional (NCR) seminggu ini bahkan mencapai 51 derajat Celcius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada puncak musim panas, fenomena urban heat island (pulau panas perkotaan) memperparah gelombang panas yang sudah ekstrem.

Akibatnya, apartemen di gedung-gedung bertingkat terasa seperti oven tertutup. Bahkan pada malam hari, kipas angin hingga Air Conditioner (AC) nyaris tidak memberikan kesejukan karena suhu udara tetap bertahan di atas 40 derajat Celsius lama setelah matahari terbenam.

Video yang beredar di platform X dan media sosial lainnya memperlihatkan sistem pendingin kabut (mist cooling system) yang dipasang di atap gedung-gedung tinggi di China. Sistem tersebut diklaim mampu menurunkan suhu lingkungan sekitar hingga 3-6 derajat Celsius.

Namun, NDTV menyatakan belum dapat memverifikasi keaslian video tersebut.

Sistem pendingin kabut luar ruangan merupakan teknologi yang mendinginkan area terbuka atau semi-terbuka dengan menyemprotkan kabut air berukuran sangat halus ke udara.

Teknologi ini bekerja berdasarkan prinsip pendinginan melalui penguapan (evaporative cooling), di mana tetesan air mikroskopis menyerap panas dari udara saat menguap sehingga menurunkan suhu sekitar beberapa derajat. Dengan sistem bertekanan tinggi, kabut tersebut tidak membuat orang maupun permukaan di sekitarnya menjadi basah.

Teknologi ini umum dipasang di kafe, restoran, taman, teras, gudang, hingga lokasi penyelenggaraan acara, terutama saat musim panas.

Dibandingkan pendingin ruangan konvensional, sistem ini mengonsumsi listrik dan air dalam jumlah yang relatif lebih sedikit sehingga menjadi solusi pendinginan luar ruangan yang lebih hemat biaya.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]