Menlu Iran soal Israel: AS Janji Kontrol 'Hewan Peliharaan' Mereka
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan Amerika Serikat untuk mengontrol Israel dan menjaga nota kesepahaman (MoU) yang sudah disepakati antara AS dan Iran.
Araghchi bahkan menyebut Israel sebagai 'hewan peliharaan' AS. Araghchi mengancam AS, jika Presiden Donald Trump tidak bisa mengontrol Israel, maka Iran akan mengambil langkah sendiri untuk mengatasi Iran.
"Syarat-syarat MoU Islamabad sangat jelas dan terbuka untuk dilihat semua orang. Presiden AS [Trump] telah berkomitmen untuk membungkam hewan peliharaannya di Tel Aviv," tulis Araghchi melalui unggahan di X seperti dikutip dari Pars Today.
Pernyataan itu muncul untuk merespons pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Pekan ini Katz menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamanei, ditarget untuk dibunuh.
Selain itu, Katz mengatakan Israel tidak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir meski Teheran sudah mencapai kesepakatan dengan AS.
Araghchi mengatakan Iran tidak akan segan-segan menyerang Israel jika mereka tidak menuruti perintah AS.
"Jika mereka [Israel] mengabaikan tuannya, Iran akan memberi mereka pelajaran. Setiap ancaman terhadap Rakyat dan Kepemimpinan kami, akan menerima tanggapan kuat dan dengan segera," tulis Araghchi.
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan akan mengadakan putaran pembicaraan lanjutan di Doha, Qatar, pada Juli ini. Sumber-sumber di Pakistan, negara yang jadi mediator, mengatakan negosiasi kemungkinan digelar minggu ketiga bulan Juli. Langkah ini, lanjut mereka, untuk mempercepat implementasi Nota Kesepahaman (Mou) Islamabad.
(tim/har/bac)