Panas Ekstrem 'Membara' di Prancis, 2 Ribu Orang Tewas dalam Sepekan

CNN Indonesia
Jumat, 03 Jul 2026 17:47 WIB
Gelombang panas ekstrem 'membara' di sejumlah wilayah di Prancis menyebabkan sekitar 2 ribu orang tewas dalam sepekan.
Gelombang panas ekstrem 'membara' di sejumlah wilayah di Prancis menyebabkan sekitar 2 ribu orang tewas dalam sepekan. (REUTERS/Abdul Saboor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gelombang panas ekstrem 'membara' di sejumlah wilayah di Prancis menyebabkan sekitar 2 ribu orang tewas dalam sepekan.

Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist menyampaikan bahwa sejauh ini tercatat 2.025 orang meninggal dunia terkait gelombang panas ekstrem di negaranya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prancis mengalami peningkatan hampir 30 persen dalam jumlah kematian yang tercatat selama pekan 22 Juni. Puncak gelombang panas memecahkan rekor yang melanda Prancis pekan itu, demikian keterangan dari otoritas kesehatan masyarakat pada Jumat.

"Ada sekitar 2.025 kematian tambahan untuk pekan 22 hingga 28 Juni dibandingkan dengan pekan sebelumnya," kata Stephanie Rist kepada media lokal pada hari Jumat, dikutip dari France24.

Meski demikian, Rist memperingatkan bahwa penghitungan tersebut masih jauh dari lengkap.

Angka baru ini menandai peningkatan tajam dari perkiraan sebelumnya yaitu setidaknya 1.000 kematian terkait panas.

Otoritas Kesehatan Masyarakat Prancis mengatakan dalam laporan terbaru bahwa telah terjadi "peningkatan 29,1 persen. Angka itu sesuai dengan 2.025 kematian tambahan dibandingkan dengan pekan sebelumnya" sambil mencatat bahwa angka tersebut mungkin "merupakan perkiraan yang kurang tepat".

Laporan tersebut menyebutkan bahwa jumlah kematian meningkat sebesar 62 persen di wilayah Paris selama sepekan puncak gelombang panas sejak 22 Juni. Lonjakan serupa juga dilaporkan di wilayah Pays de la Loire.

Sejumlah politikus Prancis pemerintah karena tindakan mereka tidak memadai untuk membantu Prancis menghadapi kenaikan suhu. Partai Hijau pada Kamis mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Perdana Menteri Sebastien Lecornu.

(bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]