Iran Perkirakan 20 Juta Orang Bakal Hadiri Pemakaman Ali Khamenei

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 09:00 WIB
Otoritas Iran memprediksi 20 juta orang akan menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. (Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Iran memperkirakan sekitar 20 juta orang akan menghadiri rangkaian pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang dimulai pada Sabtu (4/7). Prosesi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu acara publik terbesar di Iran dalam beberapa dekade terakhir.

Rangkaian pemakaman akan berlangsung selama enam hari untuk mengenang Khamenei yang memimpin Republik Islam Iran sejak 1989. Khamenei tewas pada usia 86 tahun dalam serangan pada hari pertama perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu.

Prosesi pemakaman ini juga dipandang sebagai unjuk kekuatan Iran di tengah ketegangan dengan negara-negara lawan setelah konflik bersenjata yang berlangsung selama lima pekan.

Ratusan pendukung Republik Islam Iran bahkan telah berkumpul di luar kompleks keagamaan Grand Mosalla sejak Jumat (3/7) malam untuk menunggu pembukaan lokasi penghormatan terakhir pada Sabtu pagi waktu setempat.

"Kami ingin mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada pemimpin kami. Karena itu menunggu seperti ini tidak terasa menyakitkan atau sulit bagi kami," kata salah seorang pelayat, Somayye Hamedi, melansir AFP, Sabtu (4/7).

Pemerintah menerapkan pengamanan ketat selama prosesi berlangsung. Sejumlah jalan ditutup dan wilayah udara diperkirakan akan ditutup sementara mengingat besarnya skala acara tersebut.

Jenazah Khamenei akan disemayamkan hingga Senin sebelum diarak melintasi Teheran. Setelah itu, peti jenazah akan dibawa ke Kota Qom pada Selasa, dilanjutkan ke sejumlah kota suci Syiah di Irak pada Rabu, sebelum dimakamkan di kampung halamannya di Mashhad, Iran timur laut, pada Kamis.

Prosesi pemakaman juga menjadi sorotan karena publik menanti kemunculan Mojtaba Khamenei yang telah ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran sepekan setelah kematian ayahnya. Hingga kini, Mojtaba belum tampil di hadapan publik dan hanya menyampaikan pernyataan tertulis.

Sejumlah pejabat tinggi Iran yang selamat dari perang turut menghadiri penghormatan terakhir, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf yang tampak menitikkan air mata, serta Kepala Garda Revolusi Iran Ahmad Vahidi.

Selain keluarga Khamenei, sejumlah kerabat yang turut menjadi korban serangan juga akan dimakamkan, termasuk cucu perempuan Khamenei yang masih bayi.

Prosesi penghormatan turut dihadiri tamu internasional, antara lain Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev yang mewakili Presiden Vladimir Putin. Delegasi Hamas, Hizbullah, serta pemerintahan Taliban Afghanistan juga hadir.

(ldy/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK