Keiko Fujimori, 'Bangsawan' Politik Berdarah Jepang di Kursi No 1 Peru

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 13:00 WIB
Keiko Fujimori berhasil memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) Peru setelah tiga kali gagal.
Keiko Fujimori berhasil memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) Peru setelah tiga kali gagal. (AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Keiko Fujimori berhasil memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) Peru setelah tiga kali gagal. Ia berhasil dipercobaan keempat mengikuti kontestasi.

Keiko memenangkan putaran kedua pemilu yang digelar pada 7 Juni dengan perolehan 50,135 persen suara. Ia unggul tipis atas anggota parlemen dari kubu kiri Roberto Sanchez yang meraih 49,865 persen suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua otoritas pemilu Peru Roberto Burneo mengumumkan langsung kemenangan Keiko dalam seremoni di Lima pada Jumat (3/7) waktu setempat. Ia terpilih bersama Luis Fernando Galarreta Velarde sebagai wakil presiden.

Dewan Elektoral Nasional Peru dijadwalkan akan mengumumkan secara resmi penetapan pemenang ini pada tanggal 3 Juli mendatang, sebelum sang presiden terpilih resmi dilantik pada tanggal 28 Juli untuk masa jabatan lima tahun.

Profil Keiko

Bernama lengkap Keiko Sofía Fujimori Higuchi, ia merupakan politikus konservatif Peru yang menjadi salah satu figur paling berpengaruh sekaligus kontroversial di negaranya.

Politikus berusia 51 tahun ini adalah putri sulung mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori, yang memimpin negara itu pada 1990-2000. Kiprahnya di dunia politik sudah cukup lama.

Mengutip CNN, Keiko mulai dikenal publik sejak usia muda. Pada 1994, ketika ibunya, Susana Higuchi, berpisah dengan Alberto Fujimori, Keiko yang masih berusia 19 tahun ditunjuk menjadi Ibu Negara Peru dan menjalankan peran tersebut hingga akhir pemerintahan ayahnya.

Setelah Alberto Fujimori lengser pada 2000 akibat skandal korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia, Keiko membangun karier politiknya sendiri. Ia terpilih menjadi anggota Kongres Peru pada 2006 sebelum mendirikan partai Fuerza Popular.

Karier politik Keiko diwarnai empat kali pencalonan sebagai presiden. Ia kalah tipis pada Pilpres 2011 dari Ollanta Humala, kembali kalah pada 2016 dari Pedro Pablo Kuczynski dengan selisih sekitar 40 ribu suara, serta kalah lagi pada 2021 dari Pedro Castillo.

Keturunan Jepang

Mengutip Reuters, keberadaan keturunan Jepang di Peru sudah membludak sejak ratusan tahun lalu.

Imigran Jepang mulai datang ke Peru sejak akhir abad ke-19 untuk bekerja di sektor pertanian dan perkebunan.

Selama lebih dari satu abad, komunitas Jepang berkembang dan menjadi bagian dari masyarakat Peru di berbagai bidang, mulai dari bisnis, kuliner, hingga politik.

Keluarga Fujimori sendiri sudah lama menjadi bagian dari politik Peru. Dimulai ketika Alberto Fujimori yang berhasil memimpin Peru selama satu dekade.

Meski pemerintahannya kemudian diwarnai kasus korupsi dan pelanggaran HAM, keluarga Fujimori tetap memiliki basis pendukung yang kuat melalui gerakan politik yang dikenal sebagai Fujimorismo.

(ldy/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]