Mengapa Jenazah Ali Khemenei Dibawa ke Irak Sebelum Dimakamkan?

CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 12:50 WIB
Sehari sebelum dimakamkan di kota Mashad, Iran, jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khemenei akan dibawa ke Irak.
Sehari sebelum dimakamkan di kota Mashad, Iran, jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khemenei akan dibawa ke Irak. (IRIB via REUTERS TV/via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sehari sebelum dimakamkan di kota Mashad, Iran, jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khemenei akan dibawa ke Irak.

Di negara tetangga itu, jenazah Khemenei akan singgah di kota Najaf dan Karbala, pada Rabu (8/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencananya, para pemimpin Syiah di dua kota itu akan memberi penghormatan terakhir, dikutip dari Anadolu.

Kota Suci

Bagi penganut Syiah, Najaf dan Karbala termasuk dua kota suci yang jaraknya ratusan kilometer dari Teheran, ibu kota Iran. Teheran ke Najaf 770 kilometer sedangkan Teheran ke Karbala sejauh kurang lebih 900 kilometer.

Mengapa kedua kota itu penting bagi Syiah?

Britannica menulis, kota Najaf merupakan salah satu dari dua kota suci utama Islam Syiah dan secara luas diyakini sebagai tempat peristirahatan Nabi Muhammad SAW.ʿ

Dan Alī ibn Abī Ṭālib, tokoh yang paling dihormati dalam Islam Syiah, makamnya terletak di dekat pusat kota ini.

Selain penduduk kota, seringkali terdapat banyak peziarah yang datang dan pergi, yang terkadang membawa jenazah orang yang meninggal untuk dimakamkan atau datang bersama anggota keluarga yang lanjut usia dan lemah yang ingin menghabiskan hari-hari terakhir mereka di kota suci itu.

Sementara Karbala disebutkan sebagai tempat pertempuran yang menewaskan cucu Nabi Muhammad, Imam Husain bin Ali.

Dia gugur dalam peristiwa tragis yanf disebut Perang Karbala tahun 680 M. Setiap tahun, jutaan peziarah datang ke kota ini untuk mengenang dan menghormati perjuangannya.

(imf/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]