Iran Marah Diserang AS Lagi, Ancam Balas Dendam

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jul 2026 06:05 WIB
Iranian foreign ministry spokesman Esmail Baqaei responds to reporters on his country's foreign policy agenda and regional developments during the weekly press conference held at the Ministry of Foreign Affairs in the capital Tehran, on February 10,
Iran menyatakan AS telah berulang kali melanggar nota kesepahaman (MoU) mengakhiri perang menyusul serangan terbaru Negeri Paman Sam pada Selasa (7/7). (Foto: AFP/ATTA KENARE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menyatakan Amerika Serikat telah berulang kali melanggar nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua negara untuk mengakhiri perang, menyusul serangan terbaru Negeri Paman Sam pada Selasa (7/7).

Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan AS akan ada pembalasan menyusul serangan Washington terhadap sejumlah target di Selat Hormuz tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran menyampaikan peringatan keras mengenai konsekuensi atas pelanggaran perjanjian oleh Amerika Serikat, dan akan mengambil langkah-langkah tegas untuk melindungi kepentingan serta keamanan nasionalnya," demikian pernyataan kementerian yang dipublikasikan melalui Telegram oleh IRIB News seperti dikutip AFP.

Dilansir Al Jazeera, Kemlu Iran juga menuduh Amerika melanggar Pasal 10 dalam MoU dengan mencabut pengecualian sementara terhadap sanksi yang menyasar penjualan minyak Iran yang terjadi berbarengan dengan serangan.

Dalam pernyataannya, kementerian mengecam langkah Kementerian Keuangan AS tersebut dan menyebutnya sebagai "pelanggaran yang jelas" terhadap nota kesepahaman yang ditandatangani pada 18 Juni.

Kementerian menyatakan bahwa keputusan yang diambil kurang dari 20 hari setelah penandatanganan nota kesepahaman itu menunjukkan "itikad buruk" dan membuktikan bahwa pemerintahan Amerika Serikat tidak dapat dipercaya.

Kementerian juga menuduh Washington berulang kali melanggar sejumlah ketentuan dalam nota kesepahaman, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui apa yang disebutnya sebagai tindakan Israel di Lebanon.

Pernyataan Kemlu Iran ini muncul menyusul rentetan serangan terbaru AS ke sejumlah titik di Iran termasuk di Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menuturkan serangan dilancarkan sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuzbaru-baru ini.

"Serangan Amerika Serikat merupakan respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran sama sekali tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran yang jelas terhadap gencatan senjata," bunyi pernyataan CENTCOMdi X.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa suara ledakan terdengar setidaknya di dua lokasi. Menurut televisi pemerintah, enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, pulau terbesar di sekitar Selat Hormuz yang memiliki arti geostrategis sangat penting dalam kaitannya dengan kendali dan otoritas Iran atas Selat Hormuz.

Televisi pemerintah Iran juga melaporkan bahwa sedikitnya tujuh ledakan terdengar di kawasan dekat Pelabuhan Sirik, yang juga sangat penting karena mengawasi Selat Hormuz, titik strategis lain yang menjadi basis Iran dalam mempertahankan kendali dan otoritasnya atas Selat Hormuz.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]