Prabowo dan PM India Modi Resmikan Proyek Revitalisasi Candi Prambanan

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jul 2026 13:23 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan peninjauan Candi Prambanan, Yogyakarta. Foto: Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi meresmikan dimulainya proyek revitalisasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta, Rabu (8/7).

Proyek tersebut menjadi salah satu tonggak baru kerja sama budaya antara Indonesia dan India.

Prabowo mengatakan peresmian proyek tersebut memiliki makna khusus karena Candi Prambanan bukan hanya warisan budaya Indonesia, tetapi juga menjadi simbol hubungan panjang kedua negara yang telah terjalin selama lebih dari 1.000 tahun.

"Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya menyambut baik kesepakatan konservasi dan restorasi Kompleks Candi Prambanan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India," kata Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo mengatakan dirinya berkesempatan mendampingi Modi mengunjungi Candi Prambanan yang merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO sekaligus mahakarya peradaban dunia.

Menurutnya, hubungan Indonesia dan India tak hanya dibangun melalui kerja sama politik, ekonomi, dan pertahanan, tetapi juga memiliki akar sejarah yang kuat dalam bidang kebudayaan, ilmu pengetahuan, serta saling menghormati antar-masyarakat.

"Candi Prambanan bukan hanya simbol kejayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tapi juga menjadi pengingat akan kuatnya hubungan peradaban yang telah terjalin antara Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun," ujarnya.

Prabowo menambahkan relief kisah Ramayana yang terukir di dinding Candi Prambanan menjadi salah satu bukti kedekatan sejarah dan budaya kedua bangsa. Ia berharap proyek konservasi tersebut semakin mempererat persahabatan Indonesia dan India.

"Budaya adalah jembatan yang mampu menyatukan bangsa-bangsa, memperkuat saling pengertian, serta membangun kepercayaan untuk menghadapi masa depan bersama," katanya.

Sementara itu, Modi mengaku merasa terhormat dapat memulai proyek revitalisasi kompleks Candi Prambanan yang menurutnya merupakan warisan budaya berusia sekitar 1.000 hingga 1.200 tahun.

"Saya merasa sangat beruntung mendapat kesempatan memulai pekerjaan restorasi dan renovasi warisan budaya yang telah berusia sekitar 1.000 hingga 1.200 tahun ini. Saya sangat antusias," ujar Modi.

Modi mengatakan suasana di Candi Prambanan mengingatkannya pada nuansa budaya dan spiritual yang juga dirasakan di India. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang dinilai berhasil menjaga kelestarian kompleks candi tersebut selama berabad-abad.

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia karena telah menjaga dan merawat warisan budaya yang begitu besar ini dengan penuh pengabdian," katanya.

Menurut Modi, saat berada di kompleks Candi Prambanan dirinya turut mendengar lantunan Maha Mrityunjaya Mantra dan ucapan 'Om Namah Shivaya', yang menurutnya memberikan kesan mendalam.

Modi meyakini dimulainya revitalisasi kompleks Candi Prambanan akan semakin meningkatkan minat wisatawan maupun peziarah asal India untuk berkunjung ke Indonesia.

"Saya yakin setelah dimulainya proyek revitalisasi ini, wisatawan dan peziarah dari India akan semakin banyak datang mengunjungi tempat ini," ujarnya.

Revitalisasi Kompleks Candi Prambanan merupakan bagian dari penguatan kerja sama budaya Indonesia dan India yang sebelumnya disepakati dalam pertemuan bilateral kedua pemimpin di Jakarta.

Sebelumnya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan ketertarikan India untuk terlibat dalam konservasi Prambanan telah disampaikan Modi sekitar satu setengah tahun lalu.

Dukungan India nantinya akan difokuskan pada revitalisasi Candi Perwara, yakni ratusan candi pendamping yang mengelilingi tiga candi utama Prambanan. Fadli mengatakan dari lebih dari 200 Candi Perwara yang ada di kompleks Prambanan, baru enam yang telah direvitalisasi. Adapun tiga candi utama telah selesai dipugar.

Hingga kini, pemerintah Indonesia dan India masih melakukan kajian teknis terkait kebutuhan konservasi, termasuk ketersediaan batu dan material asli, sehingga nilai kerja sama maupun kebutuhan anggarannya belum ditetapkan.

(del/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK