Serangan Memanas, Drone Ukraina Gempur 3 Kilang Minyak Canggih Rusia
Drone Ukraina menyerang tiga kilang minyak Rusia, kapal tanker Rusia, dan stasiun pemompaan minyak bumi sepanjang pekan ini.
Pada Senin (6/7) Rusia menyerang kilang Omsk, kilang terbesar Rusia jauh di dalam Siberia yang berjarak sekitar 2.700 kilometer dari wilayah yang dikuasai Ukraina.
Dalam pernyataan terpisah, staf umum dan pasukan khusus Ukraina mengatakan drone telah menyerang kilang minyak TANECO dan TAIF-NK di Nizhenkamsk, Tatarstan, kilang minyak Saratov, dan pangkalan udara militer Borisoglebsk di wilayah Voronezh.
Dilansir Reuters, pejabat Rusia telah mengonfirmasi serangan di wilayah itu. Namun mereka tidak merinci apa yang menjadi target. Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim telah menembak jatuh 415 drone dalam semalam.
Selain itu, Ukraina juga mengatakan telah menyerang stasiun pemompaan produk minyak bumi di Bashkortostan Rusia, yang berjarak 1.450 kilometer dari wilayah yang dikuasai Ukraina.
Rusia belum mengonfirmasi serangan di sana, namun rekaman yang belum diverifikasi yang beredar di media sosial tampaknya menunjukkan serangan tersebut.
Kilang minyak TANECO di Nizhenkamsk adalah salah satu kilang minyak paling canggih secara teknologi di Rusia.
Menurut data industri, TANECO memproses 17,0 juta ton minyak mentah pada tahun 2024, sementara TAIF-NK memproses 6,6 juta ton metrik minyak mentah pada tahun yang sama.
Sementara itu Kilang Saratov adalah salah satu kilang terbesar dan tertua di Rusia, dan telah berulang kali diserang oleh Ukraina dalam beberapa tahun terakhir.
Rusia telah menderita kekurangan bahan bakar akut di beberapa wilayah karena Ukraina meluncurkan serangan drone terhadap kilang minyak dan infrastruktur energinya.
Namun di sisi lain, Rusia juga telah berulang kali menyerang infrastruktur energi Ukraina selama perang. Gempuran ini menyebabkan pemadaman listrik yang meluas dan kekurangan pemanas di musim dingin.
(dna)