Waswas Ditarget Iran, Trump Pulang dari Turki Pakai Air Force One Lama

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 09:15 WIB
US President Donald Trump boards the new Air Force One after changing planes at Royal Air Force (RAF) Mildenhall in Mildenhall, eastern England, on July 8, 2026, before continuing his journey to the United States. Trump returns from NATO Summit in Tu
Presiden AS Donald Trump terlihat mengganti pesawat saat meninggalkan Turki seusai menghadiri KTT NATO pada Rabu (8/7) malam menggunakan Air Force One lama. (Foto: AFP/SAUL LOEB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan Turki seusai menghadiri KTT NATO pada Rabu (8/7) malam menggunakan Air Force One lama, alih-alih Boeing 747-8 baru yang disumbangkan Qatar.

Perubahan detail perjalanan kenegaraannya ini berlangsung kala AS kembali berperang dengan Iran usai melancarkan serangan terbaru ke negara Islam itu di saat gencatan senjata pada Selasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah sumber Gedung Putih menuturkan pergantian pesawat sang presiden ini dilakukan atas permintaan Dinas Rahasia AS (Secret Service) sebagai langkah pengamanan menyusul perang AS-Iran memanas lagi. 

Dikutip The New York Times, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung membenarkan bahwa perubahan ini diperlukan terlebih ketika AS sedang berkonflik dan banyak "musuh" yang berusaha menjadikan presiden target serangan.

Ia mengatakan "Air Force One yang baru merupakan pesawat berteknologi mutakhir yang telah dilengkapi protokol keamanan tingkat tinggi untuk menjamin keselamatan presiden dan seluruh stafnya."

"Seperti yang baru-baru ini disampaikan presiden, ada banyak musuh Amerika yang menjadikannya sebagai target. Karena itu kami menggunakan setiap cara yang kami miliki-termasuk pengalihan perhatian dan penyamaran-untuk menghadapi ancaman tersebut," ucap Cheung.

Saat meninggalkan Ankara, Trump menaiki pesawat lama dengan sangat cepat, bahkan sebelum para jurnalis yang ikut dalam rombongan sempat menyaksikan atau memotret dirinya menaiki tangga pesawat, sebagaimana biasanya. Seluruh penumpang di dalam pesawat juga diminta menutup tirai jendela sebelum lepas landas.

Pesawat tersebut mendarat di Mildenhall pada Rabu malam, dan setelah itu Trump berpindah ke pesawat baru untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Washington.

Setelah meninggalkan Ankara, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa kemungkinan mereka diminta menutup tirai jendela karena mereka sedang berada di "pesawat yang berbahaya" akibat ancaman dari Iran.

Berbeda dengan Cheung, sejumlah sumber yang mengetahui kemampuan pesawat baru tersebut menuturkan perubahan pesawat presiden dilakukan karena Air Force One yang baru belum memiliki seluruh kemampuan terutama soal keamanan yang dimiliki pesawat lama.

Pesawat Air Force One lama secara luas diketahui dilengkapi sistem yang dirancang untuk membutakan rudal antipesawat yang datang, serta perangkat "chaff" yang dapat ditembakkan untuk mengelabui rudal dan mengalihkan lintasannya.

Menurut sumber-sumber itu, keputusan mengganti pesawat saat Trump meninggalkan Turki merupakan langkah pencegahan atas saran Secret Service, bukan karena adanya ancaman keamanan yang spesifik.

Trump sebelumnya menggunakan Air Force One baru saat terbang menuju Turki pada Senin malam. Namun setelah ia tiba, perang dengan Iran kembali memanas usai AS melancarkan serangkaian serangan ketika Trump sedang menghadiri KTT NATO di Ankara, sekitar 1.600 kilometer dari Iran.

Pada Rabu, Trump membantah bahwa pergantian pesawat dilakukan karena alasan keamanan. Ia mengatakan keputusan itu diambil agar pesawat baru dapat berangkat lebih awal dan singgah di sejumlah pangkalan militer AS untuk dipamerkan kepada para prajurit karena pesawat tersebut "luar biasa."

Namun ketika ditanya para wartawan di Ankara mengenai alasan pergantian tersebut, Trump berkali-kali menegaskan bahwa dirinya merupakan target nomor satu Iran. Bahkan pada satu kesempatan ia menyebut telah melihat atau menerima pengarahan mengenai daftar target Iran dalam beberapa hari terakhir.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]