Terbang ke Iran Malam Ini, Menlu Sugiono akan Temui Menlu Araghchi

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 19:15 WIB
enteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia mengecam rencana Israel memperluas pendudukannya hingga mencakup sekitar 70 persen wilayah Gaza.
Menlu Sugiono ke Iran, akan melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Abbas Araghchi. Foto: Arsip Kemlu
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu) Sugiono akan melakukan pertemuan dengan bilateral dengan Menlu Abbas Araghchi di Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Yvonne Mewengkang menyampaikan pernyataan itu saat konferensi pers di Gedung Palapa, Kemlu pada Kamis (9/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dengan Menlu Iran diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Iran, memperdalam kerja sama di berbagai bidang prioritas tentunya, serta mempercepat koordinasi kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan juga global," kata Yvonne.

Yvonne tak menjelaskan lebih rinci apakah pertemuan itu mencakup pembahasan soal Selat Hormuz atau tidak. Dia menyebut pembahasan mengenai berbagai tantangan regional dan global.

Sugiono tak pergi sendiri di Iran. Dalam kunjungan ini, akan ada Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir.

Yvonne menyebut Muzani juga akan menggelar pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf.

"Pertemuan antara Ketua MPR dan Ketua Parlimen Iran bertujuan untuk semakin memperkuat kemitraan antar parlimen serta kerjasama antar masyarakat kedua negara," ungkap dia.

Lebih lanjut, Yvonne mengatakan kunjungan Menlu ke Iran untuk melakukan pertemuan bilateral dan memenuhi undangan dari pemerintahan negara tersebut.

Iran saat ini sedang sibuk-sibuknya menggelar prosesi pemakaman Khamenei. Mendiang pemimpin tertinggi itu dijadwalkan dikebumikan pada hari ini.

Selain itu, Iran kembali menjadi perhatian usai Amerika Serikat kembali menggempur habis-habisan negara tersebut di tengah suasana duka.

(isa/dna) Add as a preferred
source on Google