Anggota DPR AS Ngaku Ditahan Pemukim Israel Bersenjata di Tepi Barat

CNN Indonesia
Sabtu, 11 Jul 2026 22:00 WIB
Ilustrasi. Tepi Barat yang kini jadi salah satu pemukim Israel tinggal. (REUTERS/Mohamad Torokman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota DPR Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Ro Khanna, mengaku sempat ditahan oleh sekelompok pemukim Israel bersenjata saat mengunjungi wilayah Tepi Barat pada pekan ini.

Khanna mengatakan rombongannya dikepung para pemukim yang membawa senapan M4 buatan AS ketika mengunjungi sebuah desa di bagian selatan Tepi Barat, Rabu (8/7). Menurut dia, desa tersebut sebelumnya menjadi sasaran serangan para pemukim.

"Kami berada di sebuah desa yang telah dihancurkan pemukim Israel. Mereka menghancurkan sekolah dan desa itu, lalu kami datang untuk melihat kondisinya," kata Khanna kepada Reuters, Kamis (9/7).

Ia menuturkan sekelompok pemukim bersenjata kemudian mengepung kendaraan yang ditumpanginya dan memblokade akses jalan.

"Mereka datang membawa senapan M4 buatan Amerika. Mereka menahan kami, memblokade jalan, lalu memanggil IDF (Pasukan Pertahanan Israel). Saat itu IDF berpihak kepada mereka, bukan kepada warga Amerika," ujarnya.

Seorang staf Khanna yang ikut dalam rombongan, Cameron Kasky, mengatakan mereka tertahan selama lebih dari satu jam. Selama insiden berlangsung, rombongan juga meminta bantuan Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

Menurut Kasky, mereka baru dapat melanjutkan perjalanan setelah petugas yang diduga berasal dari kepolisian Israel tiba di lokasi dan membubarkan para pemukim. Militer Israel membenarkan bahwa pasukan dan kepolisian diterjunkan ke lokasi setelah menerima laporan mengenai pemukim yang memblokir kendaraan di dekat Khirbet Zanuta, sebuah dusun Palestina di Tepi Barat bagian selatan.

Dalam keterangannya, militer Israel menyatakan personelnya membubarkan warga sipil Israel yang menghalangi jalan sehingga rombongan dapat kembali melanjutkan perjalanan. Khirbet Zanuta merupakan wilayah yang ditinggalkan penduduknya setelah serangkaian serangan pemukim menyusul serangan Hamas terhadap Israel pada 2023.

Hingga kini, Kepolisian Israel belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut. Kedutaan Besar AS di Yerusalem juga belum mengeluarkan pernyataan. Khanna menjadi tokoh Partai Demokrat kedua yang mengunjungi kawasan itu pekan ini, di tengah spekulasi mengenai kemungkinan pencalonannya dalam pemilihan presiden AS 2028.

Sehari sebelumnya, mantan Kepala Staf Presiden Barack Obama, Rahm Emanuel, yang juga disebut tengah mempertimbangkan pencalonan, menyatakan kebijakan Israel terhadap warga Palestina telah mengikis dukungan terhadap aliansi AS-Israel. Saat ditanya mengenai peluang maju sebagai calon presiden, Khanna mengaku tengah mempertimbangkan langkah tersebut.

"Saya serius mempertimbangkannya, dan perjalanan ini justru membuat saya semakin mantap untuk memikirkan hal itu," katanya.

Khanna mengatakan sengaja hanya mengunjungi wilayah Tepi Barat dalam agenda yang dipandu warga Palestina agar dapat memperoleh gambaran langsung mengenai situasi di lapangan. Ia juga menilai isu Palestina-Israel telah menjadi ujian moral dalam politik AS.

"Jika Anda tidak bersedia membela hak asasi rakyat Palestina, tidak bersedia bersuara terhadap genosida di Gaza dan apartheid di Tepi Barat, maka secara moral Anda telah berkompromi," ujarnya.

Pemerintah Israel menolak tuduhan melakukan genosida di Gaza maupun menerapkan rezim apartheid di Tepi Barat. Saat ini, Tepi Barat dihuni sekitar 3 juta warga Palestina dan sekitar 500 ribu pemukim Yahudi.

Sebagian besar negara, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menganggap permukiman Israel di Tepi Barat melanggar hukum internasional berdasarkan Konvensi Jenewa Keempat. Namun, Israel menolak pandangan tersebut dan menyebut Tepi Barat sebagai wilayah sengketa yang memiliki keterkaitan sejarah dengan bangsa Yahudi.

Di AS, isu dukungan terhadap Israel semakin memecah Partai Demokrat menjelang pemilu sela Kongres pada November mendatang. Sejumlah survei menunjukkan tingkat pandangan positif pemilih Demokrat terhadap Israel turun dari 59 persen pada 2018 menjadi 22 persen pada Mei tahun ini.

Di Kongres, semakin banyak anggota Partai Demokrat yang mendorong penghentian bantuan militer AS kepada Israel senilai sekitar US$3,8 miliar atau setara Rp68,70 triliun (asumsi kurs Rp18.080 per dolar AS) per tahun. Bantuan tersebut mencakup pengadaan persenjataan, termasuk senapan M4 dan sistem pertahanan rudal yang digunakan Israel dalam berbagai operasi militernya.

(del/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK