Situasi Makin Panas, Iran dan AS Saling Serang

CNN Indonesia
Minggu, 12 Jul 2026 13:45 WIB
Ilustrasi. Iran menyatakan setidaknya tujuh kota di negara tersebut telah menjadi sasaran serangan Amerika Serikat (AS). (AFP/JALAA MAREY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menyatakan setidaknya tujuh kota di negara tersebut telah menjadi sasaran serangan Amerika Serikat (AS), dalam perang terbaru yang makin panas terjadi pada Minggu (12/7).

Kantor berita IRNA, mengutip seorang pejabat setempat dari Provinsi Bushehr, Iran, mengatakan pasukan AS menyerang lima kota di provinsi tersebut, termasuk Asaluyeh, Dir, Bushehr, Dashti, dan Tangestan.

Seperti diberitakan Al Jazeera, provinsi Bushehr terletak di pantai selatan Iran dan telah berulang kali menjadi sasaran selama perang.

Menurut pejabat Iran, serangan sebelumnya menghancurkan infrastruktur sipil di provinsi tersebut, termasuk daerah di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.

Bukan hanya lima kota tersebut, AS juga disebut menyerang wilayah lainnya, seperti di pinggiran kota Veysian di Provinsi Lorestan, barat Iran.

Wakil pejabat urusan politik, keamanan, dan sosial, Saeed Pourali mengatakan kepada stasiun televisi IRIB bahwa tidak ada korban jiwa dan kondisi di kota tersebut sekarang normal.

IRNA juga melaporkan pangkalan di kota Khondab di Iran barat telah dihantam oleh "proyektil musuh". Mengutip seorang pejabat senior setempat, serangan itu terjadi pada pagi hari. Kerugian manusia dan finansial sedang ditinjau.

Sementara itu, CNN menyebut, Iran menargetkan beberapa situs militer AS di seluruh Teluk pada Minggu (12/7) yang membuat warga negara-negara Teluk langsung menyelamatkan diri.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, menurut laporan media IRIB.

IRIB menyebut, IRGC juga melakukan "serangan berat dan mendadak terhadap fasilitas dukungan logistik untuk kapal angkatan laut dan platform pengisian bahan bakar yang digunakan oleh kapal induk AS di Pelabuhan Duqm di Oman."

Di Kuwait, tentara Iran mengatakan telah meluncurkan drone pengintai terhadap aset militer AS, termasuk sistem pertahanan udara Patriot. Di Bahrain, markas Armada ke-5 AS, tentara Iran mengklaim telah menargetkan sistem komunikasi dan instalasi radar milik pasukan AS.

Qatar dan Kuwait sama-sama melaporkan telah mencegat serangan udara pada Minggu pagi waktu setempat. Di Bahrain, sirene berbunyi dan para pejabat memperingatkan warga untuk segera menuju lokasi aman terdekat.

Kemudian di Yordania, IRGC mengklaim telah menghancurkan infrastruktur militer termasuk hanggar penyimpanan drone di Pangkalan Udara Pangeran Hassan.

Perang terbaru ini terjadi setelah IRGC Iran menembak kapal kontainer berbendera Siprus di Selat Hormuz pada Sabtu (11/7) dengan alasan pelanggaran rute yang sudah disepakati. Kejadian itu memicu Amerika Serikat untuk menyerang Iran pada Minggu (12/7) dini hari waktu Teheran.

(end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK