Kuwait dan Oman Kompak Kutuk Keras Serangan Iran

CNN Indonesia
Minggu, 12 Jul 2026 16:10 WIB
Kuwait dan Oman kompak mengutuk serangan Iran ke kapal yang lewat di Selat Hormuz dan negara-negara Teluk pada Minggu (12/7). (AFP/JALAA MAREY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kuwait dan Oman kompak mengutuk serangan Iran ke kapal yang lewat di Selat Hormuz dan negara-negara Teluk pada Minggu (12/7), meski yang disasar adalah fasilitas militer Amerika Serikat di negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Kuwait menilai tindakan Iran yang menyerang negara-negara Teluk adalah "serangan keji" karena menempatkan warga mereka dalam kondisi bahaya.

"Berlanjutnya serangan ini merupakan eskalasi yang sangat berbahaya yang akan memperburuk ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan tersebut, mengancam perdamaian dan keamanan regional, dan melemahkan upaya diplomatik yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan menyelesaikan krisis melalui cara damai," kata lembaga tersebut.

"Kuwait berhak sepenuhnya untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk melindungi keamanannya dan menjaga kedaulatannya sesuai dengan ketentuan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata mereka, seperti diberitakan Al Jazeera.

Sementara itu, Pemerintah Oman juga mengutuk serangan itu setelah "lokasi di provinsi Musandam menjadi sasaran drone". Musandam adalah wilayah pegunungan Oman yang menjorok ke Selat Hormuz dan berbatasan dengan Uni Emirat Arab.

Pemerintah Oman mengutuk serangan tersebut dan mengatakan sedang mengambil "semua langkah yang diperlukan untuk mengatasi perkembangan tersebut guna menjaga keamanan negara dan penduduknya", lapor kantor berita Oman, ONA.

IRGC Iran sebelumnya mengklaim telah melakukan serangan "berat dan mendadak" terhadap pusat-pusat dukungan logistik dan platform pengisian bahan bakar yang digunakan oleh kapal induk AS di pelabuhan Duqm di provinsi al-Wusta, Oman.

Iran menyerang sejumlah lokasi di negara-negara Teluk, seperti Qatar, Bahrain, dan Kuwait, pada Minggu (12/7). Iran mengkritik negara-negara Arab, khususnya di wilayah Teluk, dengan mengatakan bahwa mereka memberikan bantuan kepada Amerika.

Iran juga memastikan tidak menyerang warga sipil atau wilayah sipil di negara-negara Teluk, tetapi mereka akan menyerang sumber serangan yang datang ke wilayah Iran.

Mereka juga mengatakan bahwa setiap pelanggaran atau setiap kapal yang tidak berkoordinasi dengan Iran dan mencoba secara independen untuk melewati Selat Hormuz, berarti mereka telah melanggar nota kesepahaman.

(end)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK