Siaga Ancaman Perang, China Bangun Replika Kapal Perusak AS di Gurun

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 08:55 WIB
Penampakan kapal perusak AS kelas Arleigh Burke. (Foto: AFP/COREY BARKER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Persaingan militer antara China dan Amerika Serikat belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Citra satelit terbaru mengungkap bahwa China tengah membangun replika berukuran penuh kapal perusak (destroyer) kelas Arleigh Burke milik Angkatan Laut AS.

China membuat replika kapal perusak AS yang sama persis itu di Ruoqiang Test Range, sebuah lokasi uji coba di kawasan gurun pasir terpencil Xinjiang, wilayah otonomi di barat laut China.

Selain replika kapal perang, citra satelit tersebut juga memperlihatkan China membangin sebuah sistem rel selebar 6 meter dengan target berukuran menyerupai kapal yang dipasang di atasnya. Dikutip Reuters, para analis menilai target tersebut kemungkinan dirancang untuk mensimulasikan pergerakan kapal di laut.

Menurut US Naval Institute, kompleks tersebut telah digunakan untuk pengujian rudal balistik.

"Replika sejumlah kapal perang yang diduga mewakili kapal-kapal milik Amerika Serikat, bersama beberapa kapal perang lainnya (yang dipasang di atas rel dan dapat bergerak), kemungkinan digunakan untuk mensimulasikan target dalam pengujian sistem pencarian dan akuisisi sasaran," demikian isi ringkasan analisis dari AllSource Analysis.

"Luasnya detail pada replika tersebut, termasuk penempatan berbagai sensor di atas dan di sekitar target kapal, menunjukkan bahwa area ini dirancang untuk berbagai jenis pengujian dalam jangka panjang," tambah laporan tersebut seperti dikutip NDTV.

Replika kapal itu dilaporkan digunakan sebagai sasaran latihan rudal dan pelatihan militer.

Keberadaannya diyakini merupakan bagian dari upaya Beijing untuk memperkuat kemampuan rudal antikapal sebagai persiapan menghadapi potensi konflik di masa mendatang.

Sementara itu, menurut laporan Newsweek, kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke merupakan salah satu aset utama Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kapal ini bertugas mengawal kapal induk, berfungsi sebagai platform pertahanan udara, serta mampu melancarkan serangan jarak jauh, termasuk dalam konflik terbaru dengan Iran.

Destroyer Squadron 15, yang bermarkas di Jepang di bawah komando Armada Ketujuh Angkatan Laut AS (US 7th Fleet), mengoperasikan 10 kapal perusak kelas Arleigh Burke.

Skuadron ini merupakan unit terbesar dari jenisnya, dan kapal-kapalnya secara rutin berhadapan dengan angkatan laut China dalam berbagai operasi di kawasan Pasifik.

Pembangunan replika tersebut dipandang-gadang sebagai bentuk sinyal lain bahwa Beijing menganggap kemungkinan terjadinya konflik dalam waktu dekat sebagai ancaman yang nyata, terlepas dari kondisi hubungan diplomatiknya dengan Washington.

Apabila China berhasil mengintegrasikan sistem pemandu rudal yang lebih canggih hasil pengujian tersebut ke dalam kekuatan militernya, kapal-kapal AS yang beroperasi di kawasan Indo-Pasifik berpotensi menghadapi tingkat ancaman yang lebih besar.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK