IRGC Luncurkan Rudal-Drone ke Gudang Senjata AS di Bahrain

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 11:42 WIB
This handout satellite image taken by 2026 Planet Labs PBC on March 1, 2026 shows a view of smoke rising from damage at the US Fifth fleet naval base in Bahrain's capital Manama after it was hit by Iranian strikes. The United States and Israel launch
Iran balas gempur gudang senjata milik Amerika Serikat di Bahrain. Foto: AFP/-
Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menggempur gudang senjata Amerika Serikat di Bahrain sebagai balasan atas serangan Washington ke negara itu.

Dalam rilis resmi, IRGC menyatakan operasi ini menggunakan rudal dan drone.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"[Pasukan menargetkan] sejumlah gudang penyimpanan senjata, pusat komunikasi satelit, dan bangunan yang menampung pasukan AS di Pangkalan Al-Juffair, Bahrain," demikian pernyataan IRGC, dikutip Al Jazeera, Selasa (14/7).

IRGC menamai serangan balasan itu sebagai operasi Nasr 2 dan disebut akan terus berlangsung.

Dalam beberapa hari terakhir AS kembali menggempur Iran, padahal mereka sudah sepakat gencatan senjata dan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU).

MoU itu mencakup penghentian pertempuran di seluruh front, tidak memulai serangan apapun, hingga pencairan aset Iran yang dibekukan AS. Kesepakatan itu juga memberi kedua negara waktu 60 hari untuk bernegosiasi.

Namun, AS justru melanggar kesepakatan itu. Mereka bahkan menggempur infrastruktur sipil yang merupakan tindakan kejahatan perang.

Tindakan AS disebut-sebut sebagai upaya agar Iran bersedia memenuhi tuntutan mereka terutama soal masa depan nuklir.

Iran tak tinggal diam. Mereka meluncurkan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan AS di negara Arab seperti Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

(isa/dna) Add as a preferred
source on Google